Sebelumnya, orangtua korban juga melihat dengan mata kepalanya sendiri korban R menjadi target bullying hingga jatuh tersungkur di sekolah tersebut.
Andi menjelaskan kronologi berawal hendak mengantar sang anak ke sekolah. Namun, sesampainya di sekolah, sang anak mengaku buku gambarnya tertinggal di kediamannya. Ia sebagai orangtua berinisiatif mengambil yang tertinggal itu dan kembali lagi ke sekolah.
"Ketika saya kembali lagi bawa buku gambar karena gerbang sekolah awalnya mau nitip buku gambar ke pihak atau petugas sekolah kan belum ada. Akhirnya saya berinisiatif ke kelas anak saya tempat belajar," kata Andi.
"Saya naik ke lantai 2 sesampainya di tangga dari kejauhan saya memandang itu anak saya sedang dibully. Sedang diintimidasi sama kakak kelasnya disitu salah satu teman anak saya teriak 'itu papanya R datang' setelah temannya mengucap begitu tidak lama pada bubar terduga pelaku yang memukuli anak saya itu pada masuk ke kelas masing-masing," tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan MNC Portal Indonesia tengah berupaya mengonfirmasi kejadian tersebut ke pihak sekolah sekaligus tempat kejadian bullying. Namun, hingga saat ini belum mendapat jawaban.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.