KEN AROK melakukan pemberontakan ke Kediri usai berhasil membunuh penguasa Tumapel Tunggul Ametung. Tumapel, yang menjadi cikal bakal Malang di masa kini dulunya merupakan wilayah kekuasaan Kediri.
Kala itu sebelum menjadi sebuah kerajaan di bawah kekuasaan Ken Arok, Tunggul Ametung-lah yang berkuasa dengan raja Kediri saat dipimpin oleh Kretajaya. Sosok Tunggul Ametung terkenal sebagai raja yang kejam, egois, dan rakus.
Ia tak segan menindas dan merampas harta rakyatnya. Tetapi hal ini tak membuat Kretajaya sang penguasa Kediri wilayah atasan Tumapel menggantinya. Kediri justru mendukung status quo yang ada di Tumapel.
Di mana, Tunggul Ametung didukung sepenuhnya oleh Kediri, termasuk kebijakan-kebijakan Ametung yang cenderung menindas dan merampas rakyat Tumapel. Bahkan sebagaimana dari "Hitam Putih Ken Arok : Dari Kejayaan hingga Keruntuhan", Tunggul Ametung yang kerap menindas rakyatnya melalui kebijakan bukannya diperingatkan, tapi didiamkan begitu saja.
Bahkan, Kediri cenderung mendukungnya karena Kediri mengharapkan setoran upeti dari Tumapel. Untuk memenuhi tuntutan upeti ke Kediri itu, Tunggul Ametung kemudian bebas merampas dan menghisap rakyatnya sendiri. Karenanya, Kediri sesungguhnya justru sekutu Tumapel dalam hal kejahatan.