JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron menyatakan, menghormati penyidikan kasus dugaan pemerasan yang dilakukan pimpinan lembaga antirasuah. Pemerasan tersebut diduga terkait penanganan perkara di Kementerian Pertanian.
Munculnya isu pemerasan tersebut ditengah penyidikan KPK di lingkungan Kementerian Pertanian. Meski ada pengusutan dugaan pemerasan, penyidikan kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian tetap berjalan.
"KPK menjalan proses berdasarkan hukum dan alat bukti, dan akan terus menindaklanjuti sesuai tahapan prosedur selanjutnya," kata Ghufron saat dihubungi, Senin (9/10/2023) malam.
Terkait dugaan pemerasan, kasus tersebut sudah masuk dalam tahap penyidikan Polda Metro Jaya. Ghufron pun menyatakan menghormati proses hukum tersebut dan menyebutkan pihaknya tidak akan terpengaruh.
"Kalaupun ada proses hukum sampingannya oleh APH (aparat penegak hukum) lainnya itu hal yang terpisah, dan kami hormati proses tersebut tetapi kami jalan terus untuk pokok perkara yang sedang kami proses tidak akan mempengaruhi proses hukum yang sedang kami lakukan," ucapnya.
Diketahui, Direskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan bahwa proses penanganan dugaan kasus pemerasan berkaitan SYL telah naik statusnya dari penyelidikan ke penyidikan.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.