Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jerman Larang Hamas Beroperasi dan Salahkan Dukungan Iran

Susi Susanti , Jurnalis-Kamis, 12 Oktober 2023 |20:35 WIB
Jerman Larang Hamas Beroperasi dan Salahkan Dukungan Iran
Kanselir Jerman Olaf Scholz tegaskan Jerman larang Hamas (Foto: Reuters)
A
A
A

JERMAN - Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan di hadapan parlemen pada Kamis (12/10/2023) bahwa Jerman akan melarang Hamas beroperasi di negaranya.

Selain itu, asosiasi pro-Palestina "Samidoun" juga akan dilarang di Jerman setelah anggotanya merayakan aksi teror paling brutal di jalan-jalan terbuka.

Scholz menyalahkan Iran karena mendukung Hamas, meskipun dia tidak memiliki bukti kuat bahwa Iran telah memberikan dukungan konkrit dan operasional terhadap serangan Hamas ini.

“Tanpa dukungan Iran selama beberapa tahun terakhir, Hamas tidak akan mampu melakukan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah Israel,” terangnya, dikutip BBC.

“Pernyataan gembira dari para petinggi rezim Iran dan beberapa pejabat pemerintah lainnya di kawasan ini sangat menjijikkan. Kepemimpinan di Teheran tanpa malu-malu menunjukkan warna aslinya – dan menegaskan perannya di Gaza,” tambahnya.

Scholz memperingatkan Hizbullah untuk tidak mengintervensi pertempuran karena hal ini tidak hanya akan menghasilkan reaksi keras Israel namun juga menyeret Lebanon ke ‘jurang maut’.

“Di balik layar, Jerman bekerja dalam koordinasi yang erat dengan Israel dengan segala kekuatannya untuk memastikan bahwa semua sandera dibebaskan lagi,” ungkapnya.

“Keprihatinan kami saat ini adalah terhadap anak-anak, perempuan dan laki-laki yang diperdagangkan ke Jalur Gaza. Kami semua sangat tersentuh dengan nasib mereka,” ujarnya.

“Kami khawatir Hamas akan terus menggunakan mereka sebagai tameng manusia dalam beberapa minggu mendatang,” tambahnya. “Tidak ada yang bisa membenarkan teror Hamas,” tegasnya.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement