Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jokowi: Kalau Perang Tak Selesai, Harga BBM Global Pasti Naik

Raka Dwi Novianto , Jurnalis-Sabtu, 14 Oktober 2023 |15:48 WIB
Jokowi: Kalau Perang Tak Selesai, Harga BBM Global Pasti Naik
Presiden Jokowi di rakernas Projo. (MPI/Raka Dwi Novianto)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) akan naik jika perang tidak selesai. Perang tersebut yakni Ukraina dengan Rusia dan Palestina dengan Israel.

Awalnya, Jokowi mengatakan perang dapat mempengaruhi krisis pangan dunia. Hal itu dikarenakan perang Rusia dan Ukraina belum selesai, perang kembali terjadi melibatkan Palestina dan Israel.

"Tantangan yang kita hadapi ke depan itu tidak makin mudah, tetapi makin sangat sulit. Tantangan yang kita hadapi, krisis pangan belum rampung, krisis pangan dunia belum selesai, perang Ukraina-Rusia juga belum selesai, ditambah lagi sekarang perang di Palestina-Israel. Jangan dipikir perang seperti itu tidak mempengaruhi kita, sangat mempengaruhi," kata Jokowi dalam pidatonya di Rakernas Projo, Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (14/10/2023).

Jokowi menjelaskan, akibat perang Rusia dan Ukraina harga pangan dunia naik. Ditambah lagi perang Palestina dan Israel, harga BBM global akan pasti berdampak.

"Harga pangan itu menjadi naik gara-gara perang di Ukraina. Ini nanti harga energi bisa naik karena perang Palestina-Israel, harga energi itu artinya bensin, pertamax, pertalite, saya tidak ingin menakut-nakuti. Tapi bisa kejadian karena kalau perang tidak selesai pasti harga BBM global pasti akan naik," jelasnya.

Selain itu, kata Jokowi, adanya perubahan iklim akibat El Nino yang berdampak besar bagi seluruh dunia termasuk Indonesia.

"Belum ditambah lagi perubahan iklim itu sudah nyata kita hadapi dan ada di depan kita, kemarin baru 3--4 bulan panas sangat menyengat di seluruh dunia sebagian besar kena, termasuk kita kena El-Nino, bukan hanya panas tetapi juga mempengaruhi produksi pangan kita, pasti akan mempengaruhi hasil produksi pangan kita," ungkapnya.

Jokowi menceritakan bahwa saat dirinya menghadiri KTT AIS di Bali beberapa waktu lalu, pimpinan negara membicarakan mengenai pulau yang tenggelam akibat perubahan iklim.

"Meskipun ini negara dengan penduduk ada yang 10.000 ada yang ratusan ribu tetapi dampaknya sudah mereka rasakan langsung. Pulaunya banyak yang sudah tenggelam, ini yang juga harus kita sikapi, artinya bukan hanya energi nanti yang bermasalah, pangan yang bermasalah, tetapi karena perubahan iklim nanti juga pulau-pulau kecil yang ada juga bisa tenggelam karena permukaan air laut naik," kata Jokowi.

"Inilah tantangan-tantangan besar yang makin kompleks yang akan dihadapi oleh pemimpin ke depan, pemimpin kita ke depan," tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement