Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lini Masa Kekuasaan Soeharto hingga 16 Oktober 1990

Alifia Zahra Kinanti , Jurnalis-Senin, 16 Oktober 2023 |05:12 WIB
Lini Masa Kekuasaan Soeharto hingga 16 Oktober 1990
Soeharto/Foto: Reuters
A
A
A

 

JAKARTA - Selepas huru-hara September 1965, konstelasi politik di dalam negeri berubah total. Ahmad Yani yang gugur dalam peristiwa berdarah tersebut digantikan oleh Mayjen. Soeharto.

Soeharto diangkat soekarno sebagai Menpangad pada 16 Oktober 1965 di Istana Negara. Ia pun kemudian merangkap sebagai Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib).

 BACA JUGA:

Sesaat setelah pelantikan itu, Soeharto mendapat kawat dari berbagai organisasi muslim yang menyatakan dukungannya untuk menciptakan ketertiban dan keamanan di tengah masyarakat, termasuk pemulihan situasi pascaperistiwa G30S.

Dilansir dari buku 'Jejak Langkah Pak Harto', disebut bahwa Soeharto langsung menyeruhkan seluruh rakyat untuk menciptakan suasana tenang dan teteram.

 BACA JUGA:

Rabu, 16 Oktober 1976

Pagi ini Soeharto menyampaikan nota keuangan untuk tahun 1968 dalam masa sidang ke-2 DPR-GR tahun ini. Dalam amanatnya, presiden mengingatkan bahwa tahun 1969 bukanlah tahun pembangunan, melainkan tahun rehabilitasi dan stabilitasi untuk menyiapkan pembangunan.

Pada kesempatan itu Jenderal Soeharto secara khusus menyinggung beberapa kegiatan yang dilakukan pemerintah. Menyinggung soal pemilihan umum, Jenderal Soeharto memperkirakan bahwa pemilihan umum tidak akan dapat dilaksanakan pada tahun 1968, mengingat UU pemilihan Umum hingga kini belum selesai.

Selain itu Penjabat Presiden juga menekan pentingnya pajak untuk membiayai usaha ekonomi, terutama untuk biaya pengeluaran rutin yang semakin meningkat.

Senin, 16 Oktober 1968

Dalam sidang kabinet kali ini, Presiden Soeharto membahas masalah penjatuhan hukuman mati atas dua prajurit Indonesia dan penolakan pemerintah Singapura akan permintaan Soeharto agar hukuman tersebut diperingan.

 BACA JUGA:

Dengan ditolaknya permintaan Jenderal Soeharto itu, maka dua prajurit KKO-AL, Usaman Ali dan Harun Said, akan menjalani hukuman mati dipenjara Singapura besok. Keduanya dituduh memasuki wilayah Singapura dan melakukan sabotase militer, padahal tindakan itu merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Dwikora dalam masa konfrontasi terhadap Malaysia.

Kamis, 16 Oktober 1969

Presiden Soeharto malam ini melanjutkan pertemuan konsultasinya dengan PSII, Partai Katolik, dan Partai Murba di Istana Merdeka.

Senin, 16 Oktober 1972

Indonesia tidak akan mudah melupakan, dan akan selalu menjadikan pelajaran, bantuan peking kepada PKI yang telah melancarkan terhadap kudeta yang sah. Demikian disampaikan kepada Presiden Soeharto kepada Kiichi Aichi, utusan istimewa pemerintah Jepang yang bekas menteri luar negeri itu.

Sabtu, 16 Oktober 1976

Dua orang senator dari Amerika Serikat diterima oleh Kepala Negara di Bina Graha siang ini. Mereka adalah Senator Michael J Mansfield dan Senator Jhon Glenn. Dalam pertemuan yang berlalngsung lebih dari satu jam itu mereka mendukung usaha-usaha pembengunan ekonomi yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia.

Senin, 16 Oktober 1978

Pukul 09.00 pagi ini di Balai Sidang, Jakarta, Presiden Soeharto membuka kongres kehutanan Sedunia ke-8 Setelah membuka kongres, Kepala Negara membuka dan meninjau pameran dalam rangka kongres.

Sabtu, 16 Oktober 1982

Setelah semalam beristirahat di Hawaii, Amerika Serikat, Presiden dan Ibu Soeharto tiba di Seoul, Korea Selatan. Di lapangan udara Kimpo, Presiden dan Ibu Soeharto oleh Presiden dan Nyonya Chun Doo-Hwan dalam upacara kenegaraan. Presiden dan Nyonya Chun Doo-Hwan mengantarkan tamu mereka sampai di Hotel Shila, dimana Presiden dan rombongan menginap selama kunjungan kenegaraan di Korea Selatan.

Kamis, 16 Okober 1986

Presiden Soeharto memberi petunjuk kepada Menteri perindustrian Hartato agar komoditi industri dilakukan per komoditi secara menyeluruh, yakni mulai dari bahan baku, pengolahan, sampai ekspornya serta hal-hal yang menyangkut dukungan perbankan.

Selasa, 16 Oktober 1990

Pagi ini Presiden Soeharto membuka Konvensi Tahunan Asosiasi perminyakan Indonesia XIX dan konfrensi Energi Internasional Jakarta I di Gedung Malaga Wanabhakti , Jakarta. Dalam kata sambutanya, Kepala Negara, antara lain mengemukakan bahwa secara bertahap Indonesia akan mengalihkan sifat ekspor minyaknya, dari bahan mentah menjadi hasil minyak olahan.

(Nanda Aria)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement