Selain itu, sorban juga menjadi bagian dari identitas keagamaan Pangeran Diponegoro. Dalam ajaran Islam, sorban memiliki makna yang melambangkan ketaatan dan ketundukan kepada Allah. Sementara warna putih merupakan tanda kesucian dan kesalehan.
Dengan memakai sorban, Pangeran Diponegoro menunjukkan bahwa perjuangan dan perlawanannya didasarkan pada nilai-nilai keagamaan dan keadilan.
Dalam lukisan "Penangkapan Diponegoro", sorban juga menjadi salah satu elemen yang membedakan Pangeran Diponegoro dengan Jenderal de Kock, seorang komandan Belanda.
Sorban Pangeran Diponegoro menunjukkan posisi yang lebih tinggi dan keberanian yang kuat. Sementara Jenderal de Kock berada di sisi sebelah kiri. Dalam budaya Jawa sisi kiri merupakan tempat untuk perempuan. Ini menyimbolkan bahwa posisi pejabat Belanda berada di tempat kedua.
Penggunaan sorban kepala putih juga memiliki kaitan dengan budaya Jawa yang kental. Pangeran Diponegoro merupakan pahlawan yang berasal dari Jawa. Di dalam budaya Jawa, sorban merupakan simbol kebijaksanaan dan kemuliaan.
Pangeran Diponegoro, sebagai seorang pemimpin yang berasal dari budaya Jawa, memilih untuk mempertahankan tradisi ini sebagai bagian dari identitasnya.
Demikian alasan Pangeran Diponegoro selalu pakai sorban kepala putih.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.