RIYADH - Presiden Jokowi meminta negara-negara ASEAN dan GCC untuk memiliki posisi yang jelas terhadap konflik Palestina dan Israel. Keinginan itu diutarakan oleh Presiden Jokowi saat mengawali penyelenggaraan GCC-ASEAN Summit 2023 yang dibuka Jumat (20/10/2023) ini.
Presiden Jokowi, yang berbicara setelah pembukaan dari Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman mengatakan keprihatinannya yang mendalam terhadap situasi di Gaza, Palestina akibat konflik yang berkepanjangan antara Palestina dan Israel.
"Tindakan kekerasan harus dihentikan. Saat ini kemanusiaan harus diprioritaskan dan kita harus mencegah keadaan menjadi semakin buruk. Posisi GCC dan ASEAN harus jelas dan solid untuk mendukung perdamaian," ujar Presiden Jokowi.
Jokowi juga menyampaikan GCC dan ASEAN punya modal yang sangat kuat dan strategis. Kedua wilayah itu bahkan menurutnya merupakan dua kekuatan besar yang akan terus tumbuh.
Dia mengatakan GPD kedua wilayah tersebut mencapai USD5 triliun. Begitu dengan populasi yang sangat besar hingga mencapai 700 juta jiwa.
"Ini akan menjadi kekuatan kita untuk memainkan peran strategis dengan kekuatan positif di tengah kondisi dunia yang semakin berat," jelasnya.