Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gajah Mada Ahlinya Diplomasi, Lawan Dibikin Bertekuk Lutut

Qur'anul Hidayat , Jurnalis-Sabtu, 21 Oktober 2023 |07:57 WIB
Gajah Mada Ahlinya Diplomasi, Lawan Dibikin Bertekuk Lutut
Gajah Mada. (Foto: Dok Ist)
A
A
A

KAKAWIN Negarakertagama menyebutkan Gajah Mada memiliki sifat wicakseneng. Wicakseneng merupakan bahasa Sansekerta yang berarti cerdas, pandai, bijaksana, berpengalaman dan berpengetahuan.

Buku “Gajah Mada Sistem Politik dan Kepemimpinan" karya Enung Nurhayati disebutkan, Gajah Mada merupakan pemimpin yang pandai dalam berdiplomasi dan pandai mengatur siasat. Gajah Mada mahir melakukan konsolidasi dan berdiplomasi dengan kerajaan - kerajaan lain di wilayah Nusantara.

 BACA JUGA:

Hasil diplomasi ini terbukti banyak lawan yang bertekuk lutut di hadapan Gajah Mada. Strategi perang Gajah Mada pun bisa menjadikan musuh - musuhnya tidak kuasa menghadapi tipu muslihat yang dilakukan Gajah Mada, misalnya saat Gajah menyerang Bali.

Gajah Mada bisa menetapkan kebijaksanaan dan memformulasikan strategi - strategi untuk mencapai tujuan dalam mengembangkan Majapahit. Gajah Mada mampu membuat satu visi Persatuan Nusantara, sehingga Majapahit mempunyai kekuasaan melebihi Jawa.

Visi Gajah Mada tersebut ditransformasikan ke dalam misi beliau melalui Sumpah Palapa. Berdasarkan misi Sumpah Palapa, selanjutnya ditentukan sasaran dan tujuan segar lebih terperinci untuk dilaksanakan.

Wilayah - wilayah yang menjadi sasaran Gajah Mada yaitu Gurun, Seran, Tanjungpura, Haru Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, dan Tumasik. Bahkan dalam sumpahnya, Gajah Mada sesumbar akan berusaha menaklukkan pulau - pulau di luar Majapahit, sebelum ia akan beristirahat.

Tapi sumpah itu justru mendapat hinaan dan cemooh dari para pejabat di Kerajaan Majapahit. Ra Kembar dan Ra Banyak menuding sumpah itu sebagai omong kosong dan tidak masuk akal.

Namun, Gajah Mada tetaplah Gajah Mada, ia mencoba meyakinkan mereka dengan merumuskan strategi - strategi yang praktis untuk menaklukkan wilayah - wilayah yang jadi incarannya.

Akan tetapi Gajah Mada memulai strateginya dengan menangani urusan dalam pemerintahan dari rumusan strategi keluar wilayah. Pelaksanaan awalnya adalah menumpas habis seluruh pejabat yang dianggap menghambat visi misinya.

Bahkan, di antara mereka yang ditumpas Gajah Mada adalah para Ra Kembar dan Ra Banyak yang awalnya menertawakannya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement