Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Nongkrong Bareng Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, Para Seniman Curhat Soal Ini

Royandi Hutasoit , Jurnalis-Selasa, 24 Oktober 2023 |18:02 WIB
Nongkrong Bareng Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, Para Seniman Curhat Soal Ini
Ganjar Pranowo dan Mahfud MD nongkrong bareng seniman (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Para Seniman dan pelaku industri kreatif Indonesia mengungkapkan keluh kesahnya kepada pasangan Capres Ganjar Pranowo dan Cawapres Mahfud MD soal dukungan dari pemerintah terhadap pelaku industri kreatif.

Hal ini mereka nyatakan saat berbincang dan berdiskusi bersama dengan Ganjar dan Mahfud dalam acara “Ruang Gagasan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD” di kawasan M Bloc, Jakarta Selatan pada Senin 23 Oktober 2023.

Salah satu keluhan datang dari Komika Adjis Doa Ibu yang mengungkapkan bahwa proses perizinan yang kompleks dan biaya sewa gedung yang tinggi masih merupakan masalah yang dihadapi oleh para pelaku dalam industri kreatif.

Dia memberikan contoh ketika mereka mengadakan suatu acara Stand Up Comedy Indonesia di tempat milik pemerintah, namun biaya sewanya terkadang justru lebih mahal.

"Kami baru-baru ini menggelar acara selama tiga hari dengan partisipasi lebih dari 9.000 orang dan memberikan kesempatan kepada UMKM untuk ikut serta. Namun, pada kenyataannya, keuntungan dari acara tersebut tidak begitu besar. Karena biaya sewa gedung yang mahal, hal ini juga membuat biaya sewa tempat bagi UMKM menjadi mahal," ungkap Adjis.

Menyikapi hal tersebut, Ganjar mencatat bahwa potensi ekonomi kreatif di Indonesia memang sangat luas. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan dukungan yang kuat untuk mendorong perkembangan para pelaku dalam sektor ekonomi kreatif.

"Kita harus mendukung dan memberikan bimbingan kepada generasi muda yang memiliki potensi besar ini. Regulasi juga harus mampu mengakomodasi kreativitas anak muda dalam bidang seperti otomotif, desain, seni, esport, wirausaha, dan lainnya," ujar Ganjar.

Langkah pertama yang akan diambil oleh pasangan Ganjar-Mahfud adalah menyederhanakan proses birokrasi untuk mempermudah perizinan. Langkah kedua adalah memberikan kepastian hukum dan menciptakan lingkungan yang ramah terhadap investasi dalam sektor ekonomi kreatif. Ini harus segera dilakukan karena potensi ekonomi kreatif tak memiliki batasan dan memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja.

"Pengurusan izin harus menjadi proses yang sederhana dan tanpa kerumitan. Hal ini harus bebas dari praktik suap dan birokrasi yang rumit. Kejelasan hukum juga menjadi prioritas. Oleh karena itu, fasilitas yang dibutuhkan, infrastruktur yang diperlukan, serta akses ke ruang kreatif harus tersedia," ungkap Ganjar.

Komposer dan Penyanyi dari Kla Project, Adi Adrian berharap agar Ganjar Pranowo dan Mahfud MD dapat membentuk kembali Badan Ekonomi Kreatif agar dapat mengakomodasi kepentingan dan kebutuhan para pekerja ekonomi kreatif.

Badan ini diperlukan agar dapat lebih tepat dalam menangani isu-isu dalam industri kreatif. Salah satu perannya adalah memberikan dukungan finansial sekaligus menilai dan memilih karya-karya seniman yang akan menerima bantuan dari pemerintah.

Adi memberikan contoh tentang pentingnya dukungan pemerintah dalam memajukan industri kreatif, dengan merujuk kepada kesuksesan industri K-Pop di Korea Selatan.

Menurutnya, keberhasilan industri K-Pop dan film Korea, termasuk drama serta produksi film-film festival, menjadi salah satu pilar dalam memajukan ekonomi nasional Korea Selatan karena pemerintah telah mendukung secara aktif untuk mengembangkan industri kreatif ini dan mengekspornya ke luar negeri.

Adi berharap bahwa Indonesia dapat mendirikan badan yang khusus fokus pada pengembangan industri kreatif, serupa dengan Badan Ekonomi Kreatif, karena ini bukanlah isu yang dapat diatasi sepenuhnya oleh Direktur Jenderal di satu Kementerian tertentu.

Ekonomi kreatif memiliki kontribusi yang besar, namun anggaran yang dialokasikan untuk sektor ini masih sangat terbatas, sementara Indonesia memiliki potensi kreatif yang melimpah.

Seiring dengan pendapat Adi, Seniman Butet Kartaredjasa juga berharap bahwa calon presiden dan wakil presiden yang terpilih akan membentuk Kementerian Kebudayaan yang secara khusus akan menangani masalah kesenian dan kebudayaan.

Hal ini karena saat ini, Kementerian yang bertanggung jawab atas isu-isu seni dan budaya telah terbagi dengan fokus yang bervariasi, mulai dari pendidikan hingga riset dan teknologi.

Untuk diketahui, Acara ‘Ruang Gagasan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD’ di M Bloc dihadiri oleh Adjis Doa Ibu, Akbar Kobar, Abdel Achrian, Denny Chandra, Cak Lontong, Adi Adrian, dan Butet Kartaredjasa.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement