Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Amran Sulaiman Jadi Menteri Pertanian Lagi, Dari Pegawai Pabrik Gula hingga Big Bos

Awaludin , Jurnalis-Rabu, 25 Oktober 2023 |09:14 WIB
Amran Sulaiman Jadi Menteri Pertanian Lagi, Dari Pegawai Pabrik Gula hingga Big Bos
Mentan Amran Sulaiman saat dilantik Presiden Jokowi (foto: dok ist)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo melantik Andi Amran Sulaiman, sebagai Menteri Pertanian menggantikan Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang terjerat kasus korupsi di Kementerian Pertanian, dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 101P Tahun 2023 tentang Pengangkatan Menteri Pertanian Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024.

“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan undang-undang dengan selurus-lurusnya. Demi Dharma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjujung etika jabatan berkerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” demikian kutipan pengambilan sumpah yang dibacakan Jokowi yang diikuti Amran.

Diketahui, Mentan periode 2014-2019 itu, kini ditunjuk kembali oleh Jokowi untuk menjadi orang nomor satu di Kementan. Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan pada 27 April 1968 itu, seorang pengusaha Indonesia. Sebelum menjadi menteri, ia adalah pemimpin Tiran Group, sebuah perusahaan konglomerat yang bermarkas di Makassar ini sebagian besar beroperasi di Indonesia Timur menjadikannya menteri terkaya yang diangkat ke kabinet baru.

Pendidikan dan sebagian besar karir Amran berkisar pada bidang pertanian, dan ia tercatat sebagai dosen ilmu pertanian di Universitas Hasanuddin yang dikelola pemerintah. Setelah menyelesaikan studi dasarnya, Amran belajar ilmu pertanian di Universitas Hasanuddin Makassar, dimulai pada tahun 1988 dan memperoleh gelar sarjana pada tahun 1993. Ia melanjutkan untuk memperoleh gelar master dan pascasarjana dari universitas yang sama masing-masing pada tahun 2003 dan 2012, semuanya pada subjek yang sama. Ia lulus dengan IPK maksimal, dan mematenkan berbagai penemuan yang mencakup pengendalian hama, saat ini ia memegang 5 hak paten.

Setelah lulus, Amran bekerja di PT Perkebunan Nusantara XIV. Ia memulai kariernya sebagai kepala operasi lapangan di sebuah pabrik gula pada tahun 1994, dan dipromosikan sebanyak 4 kali selama enam tahun pertamanya di perusahaan tersebut, dengan puncaknya sebagai kepala logistik.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement