JAKARTA- Sosok jenderal besar dan terkenal loyalis yang disingkirkan Soeharto sangat menarik untuk dikulik. Pada era pemerintahan otoriter Soeharto memang ada beberapa jenderal besar yang dikenal sebagai loyalis setia sang presiden.
BACA JUGA:
Namun, tak sedikit dari mereka yang akhirnya menghadapi nasib kurang menguntungkan. Banyak dari jenderal besar Soeharto yang akhirnya disingkirkan dan karirnya tenggelam begitu saja.
Dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (28/10/2023), salah satu jenderal besar dan terkenal loyalis yang disingkirkan Soeharto adalah Leonardus Benyamin Moerdani atau akrab disapa Benny Moerdani. Dia adalah tokoh militer yang dianggap sukses melindungi Soeharto selama masa kekuasaannya.
Soeharto sangat mengandalkan Benny dalam segala situasi. Benny membuktikan kesetiaannya kepada Soeharto sejak terlibat dalam Operasi Trikora dan Operasi Naga pada tahun 1960-an. Ketika Soeharto menjadi presiden, Benny ditugaskan menjadi intel di Kuala Lumpur dan Seoul.
Bahkan Benny juga menjadi orang kepercayaan Soeharto untuk menjaga keselamatannya ketika bepergian keluar negeri. Benny Moerdani adalah seorang loyalis sejati yang tidak pernah melaporkan hal-hal yang hanya untuk memuaskan keinginan Soeharto semata.
Popularitas Benny sebagai loyalis Soeharto menimbulkan ketiga serangan dari berbagai pihak. Sempat muncul isu bahwa Benny Moerdani akan mengkudeta Soeharto setelah dia diangkat menjadi Panglima ABRI. Meskipun isu tersebut tidak benar, situasi politik saat itu menjadi sangat panas.
Situasi politik semakin tidak menentu pada tahun 1998. Benny Moerdani muncul sebagai calon Wakil Presiden. Namun, Benny dengan tegas menolak kesempatan tersebut dan memberikan kesempatan kepada koleganya, Try Soetrisno.
Meskipun tidak terpilih sebagai Wakil Presiden, Benny tetap menjadi Menteri Pertahanan dalam Kabinet Pembangunan V.
Soeharto mulai meragukan kesetiaan Benny Moerdani dan merasa tersinggung setelah Benny mengkritik anak-anak dan menantunya yang terlibat bisnis besar. Hubungan keduanya mulai memburuk sejak saat itu.
Soeharto merasa Benny Moerdani tidak berhak ikut campur dengan kehidupan pribadinya. Sejak saat itu, Soeharto terlihat tidak lagi membutuhkan Benny Moerdani. Nama Benny Moerdani bahkan tidak masuk jajaran menteri Kabinet Pembangunan VI.
Demikian jenderal besar dan terkenal loyalis yang disingkirkan Soeharto. Terimakasih.
(Hafid Fuad)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.