Sesaat ia bangun, Putri Kandita memutuskan untuk benar-benar menceburkan dirinya ke laut yang memiliki air jernih dengan ombak besar tersebut. Ternyata, borok yang melekat pada tubuhnya benar-benar hilang sehingga ia mendapatkan kulit mulusnya kembali.
Namun, ia tidak memilih untuk kembali ke Kerajaan Pakuan Pajajaran karena rasa sakit hatinya masih menyelimuti. Putri Kandita pun memutuskan tinggal di wilayah pesisir pantai selatan dan berbaur bersama masyarakat setempat.
Karena paras cantiknya, Putri Kandita semakin terkenal sehingga membuat berbagai pangeran dari kerajaan lain berdatangan untuk melamarnya. Tanpa rasa tertarik, Putri Kandita memberikan syarat agar mereka mengadu kesaktian di atas gelombang laut selatan apabila ingin memilikinya.
Namun, tidak ada satu orang pun yang bisa mengalahkannya. Bahkan, sebagian dari mereka yang kalah memutuskan untuk menjadi pengikut setia Putri kandita. Semenjat itu, nama Putri Kandita pun kian tergantikan dengan julukan barunya sebagai Nyi Roro Kidul, ratu penguasa laut selatan.
Meskipun diketahui bahwa Nyi Roro Kidul merupakan Putri Kandita, putri dari Prabu Siliwangi, terdapat banyak versi lain yang menceritakan asal-usul legenda dari Nyi Roro Kidul dengan penggambaran yang berbeda.
(Arief Setyadi )