Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Strategi Dinasti Mataram Langgengkan Kekuasaan Lewat Politik Bahasa

Solichan Arif , Jurnalis-Rabu, 01 November 2023 |07:18 WIB
Strategi Dinasti Mataram Langgengkan Kekuasaan Lewat Politik Bahasa
Sultan Agung Hanyokrokusumo (Foto: Wikipedia)
A
A
A

Bahasa yang dipakai rakyat Jawa tidak terstrata. Kelas-kelas sosial yang ada, yakni di dalamnya termasuk kaum kromo dan priyayi, memakai bahasa yang setara.

Alat komunikasi yang digunakan adalah bahasa Jawa kuno, yakni percampuran antara bahasa pribumi dengan bahasa sansekerta, yang dalam perkembangannya kemudian lahir kata-kata Kawi.

Situasi etimologis itu dipengaruhi oleh tradisi Hindu yang merupakan peninggalan masa Kerajaan Majapahit. Dengan bahasa Jawa ngoko-krama, penguasa Mataram berusaha menanamkan pengaruhnya melalui jalan kebudayaan.

Adanya jarak sosial sebagai hasil dari eksistensi bahasa Jawa ngoko-krama bertujuan untuk mengembangkan kekuasaan. Jarak sosial akan memudahkan Mataram melakukan konsolidasi terkait dengan kedudukannya. Sebab, tata bahasa ngoko-krama juga menjadi norma pergaulan di masyarakat.

Selain itu, berfungsi sebagai tata unggah-ungguh sekaligus untuk menyatakan rasa hormat dan keakraban. Muncul situasi sosial yang dilekati dengan norma kesopanan.

Pemakaian ngoko-krama sebagai alat politik kekuasaan tidak lepas dari kesadaran historis sosial, bahwa pendiri dinasti Mataram berasal dari kalangan petani.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement