Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Masjid Kuno Peninggalan Pengawal Pangeran Diponegoro

Nanda Aria , Jurnalis-Jum'at, 03 November 2023 |04:06 WIB
Mengenal Masjid Kuno Peninggalan Pengawal Pangeran Diponegoro
Masjid kuno peninggalan Pangeran Diponegoro menyimpan manuskrip berusia ratusan tahun/Foto: Istimewa
A
A
A

 

JAKARTA - Magetan pernah jadi tempat pelarian pasukan pribumi pasca meletusnya Perang Jawa (1525-1830) yang dipimpin Pangeran Diponegoro. Sisa-sisa peninggalan pasukan Diponegoro ini masih dapat ditemukan.

Di kota ini persisnya di Dusun Godhegan, berdiri Masjid Kuno At-Taqwa di Dusun Godhegan yang didirikan oleh mantan pasukan Pangeran Diponegoro, yang ditandai dengan tumbuhnya pohon sawo kecik di depan masjid. Oleh pemerintah, masjid ini sudah dinobatkan sebagai salah satu Benda Cagar Budaya sehingga mendapatkan perawatan rutin.

 BACA JUGA:

masjid ini sudah dinobatkan sebagai salah satu Benda Cagar Budaya sehingga mendapatkan perawatan rutin. “Masjid ini didirikan sekitar tahun 1840 oleh bekas pengawal Pangeran Diponegoro. Namanya Kiai Imam Nawawi,” tutur Kiai Hamid, sesepuh masjid pada 2019 silam.

Kiai Hamid menambahkan bahwa, selain Kiai Nawawi, Eyang Buyut Mustarim juga berperan dalam pendirian masjid ini. Ia merupakan keturunan Ki Ageng Sengoro yang melarikan diri ketika terjadi perang antara Majapahit dan Demak.

 BACA JUGA:

ia merupakan keturunan Ki Ageng Sengoro yang melarikan diri ketika terjadi perang antara Majapahit dan Demak.

Pada masa lampau, di sebelah utara masjid ini berdiri pula sebuah pesantren. Tidak ada nama resmi, namun masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama ‘Pesantren Godhegan’.

Kini tidak ada lagi aktivitas pesantren di samping masjid yang dibuat pasukan Pangeran Diponegoro itu. Meski demikian aktivitas kegiatan belajar mengaji anak-anak di desa ini masih berjalan semestinya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement