Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Berstatus Anak, Polisi Sebut Terduga Pelaku Penyayatan Teman di Malang Tak Bisa Dipidanakan

Avirista Midaada , Jurnalis-Sabtu, 04 November 2023 |20:30 WIB
Berstatus Anak, Polisi Sebut Terduga Pelaku Penyayatan Teman di Malang Tak Bisa Dipidanakan
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

MALANG - Kepolisian bakal menentukan langkah hukum yang ditempuh pasca bocah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Malang sayat temannya pakai potongan logam, hingga terluka parah.

Sejauh ini, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang telah memintai keterangan sebanyak lima orang mengenai dugaan penganiayaan yang diawali pertengkaran itu di sebuah MI di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Malang.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Aiptu Erlehana menyatakan, pihaknya bakal menggandeng Balai Pemasyarakatan (Bapas), Dinas Sosial, dan UPT PPA Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang, Malang mengenai langkah lanjutan kepada H, terduga pelaku anak yang menyayat teman sekolahnya.

"Besok kita bersurat ke Bapas, ke Dinsos, ke UPT PPA (DP3A Kabupaten Malang) untuk mungkin usianya pelaku kan belum 12 tahun," kata Aiptu Erlehana, dikonfirmasi pada Sabtu (4/11/2023).

Leha sapaan akrabnya menyatakan, sesuai aturan hukum perundang-undangan anak yang berusia di bawah 12 tahun tidak bisa dipidanakan. Makanya, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, mengenai langkah hukum yang akan dilakukan.

"Secara Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak, anak yang usianya belum 12 tahun, itu tidak bisa dipidanakan, sehingga kita koordinasi dulu untuk melakukan diversi atau mediasi, untuk mencarikan bentuk pembinaan, atau apa yang direkomendasikan oleh Bapas dan dinas sosial," ujarnya.

Pihaknya juga telah memintai keterangan kepada H, terduga pelaku anak yang menyayat R korban siswa MI di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, yang juga teman satu sekolahnya. Dari hasil keterangan H, terungkap sempat terjadi cekcok hingga bertengkar antara korban dengan salah satu teman H.

"Terlapor cuma satu, yang satu itu temannya sebelum dianiaya ada percekcokan itu yang diperiksa, korban sama temannya pelaku anak itu sebelumnya sempat berantem. Itu tadi kita periksa," ujarnya.

Korban berinisial R pun dikatakan Leha, sempat mencakar teman pelaku dari hasil keterangan terduga pelaku H. Pertengkaran di area masjid sekolah itu membuat mereka sempat dilerai dan diingatkan oleh kepala sekolah MI tersebut.

Tetapi keterangan korban, berbeda dengan apa yang disampaikan oleh terduga pelaku dan kepala sekolah, yang menyebut korban sempat melarikan diri saat diingatkan.

"Pada saat itu ada pertengkaran antara korban dan temannya pelaku, yang tadi bertengkar makanya dipanggil itu. Karena si temannya pelaku itu memang ada luka cakar di pipinya pada saat bertengkar," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, dugaan perkelahian terjadi antar siswa MI di Kabupaten Malang, pada Selasa siang, 31 Oktober 2023 sekitar pukul 13.30 WIB. Dua siswa ini yakni R dan H, perkelahian itu awalnya terjadi di lingkungan sekolah dan sempat dipisahkan oleh pihak sekolah.

Namun, aksi penganiayaan diduga terjadi dengan sayatan cutter ke muka R. Korban R pun yang menerima luka sayatan terluka cukup parah di pipi sebelah kiri, hingga darahnya memenuhi seragam sekolahnya. Korban kemudian dievakuasi ke bidan desa dan dirujuk ke RS UMM, Malang.

Pihak kepolisian melalui Polsek Dau sendiri telah memintai keterangan orangtua korban berinisial CP (31). Sejauh ini, polisi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa saksi dari pihak sekolah dan orangtua terduga pelaku, yang berdomisili di Jawa Tengah.

Polisi sendiri masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kepolisian masih memeriksa sejumlah saksi dari pihak sekolah, keluarga korban, dan berusaha mendatangkan orang tua dari terduga pelaku yang berasal dari Jawa Tengah.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement