Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Benarkah Prabu Siliwangi Ada 8 dan Bukan 1? Ini Faktanya

Awaludin , Jurnalis-Senin, 06 November 2023 |12:43 WIB
 Benarkah Prabu Siliwangi Ada 8 dan Bukan 1? Ini Faktanya
Prabu Siliwangi (foto: dok ist)
A
A
A

PRABU Siliwangi konon merupakan raja yang berhasil membawa Kerajaan Pajajaran ke puncak kejayaan. Tapi konon jalan panjang mengawali langkah Prabu Siliwangi yang memerintah di Kerajaan Pajajaran pada tahun 1482 - 1521 Masehi. Prabu Siliwangi bernama lengkap Prabu Dewantaprana Sri Baduga Maharaja.

Sri Baduga Maharaja mengawali kariernya saat memerintah sebagai raja pada 1482 Masehi. Di bawah naungan Sri Baduga Maharaja inilah Kerajaan Pajajaran mengalami puncak perkembangan yang pesat. Pada catatan carita puisi dan Prasasti Batutulis menyatakan, Sri Baduga Maharaja dinobatkan sebanyak dua kali menjadi raja. Namun, Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi bukanlah satu-satunya raja di Kerajaan Pajajaran.

Berdasarkan penuturan seorang arkeolog, ahli bahasa, peneliti sejarah sunda dan Guru Besar Arkeologi Fakultas Sastra UI, Prof. Dr. Ayatrohaedi, dalam bukunya 65=67 Catatan Acak-Acakan dan Cacatan Apa Adanya, yang dilansir dari akun Youtube 'Catatan Masa', pada Senin (6/11/2023).

Dalam bukunya, Prof. Dr. Ayatrohaedi meluruskan bahwa nama kerajaan yang benar adalah Sunda. Sedangkan nama Pajajaran, lengkapnya Pakuan Pajajaran adalah nama ibu kotanya. Pria yang akrab disapa Ayat itu memiliki pendapat yang kontroversial setelah meneliti naskah wangsakerta dari Cirebon sejak akhir tahun 1970an.

Naskah berbahasa Cirebon ini ditulis selama 21 tahun, lebih tepatnya dari tahun 1677 hingga 1698. Naskah tersebut ditulis dengan menggunakan huruf aksara jawa. Adapun ketebalan naskah yang ditulis menggunakan huruf aksara jawa ini, sekitar 200 halaman. Ayat memiliki pandangan tersendiri dalam mengaitkan naskah wangsakerta dengan tokoh Prabu Siliwangi ini.

"Bagiku, naskah ini menjadi pembuka jalan untuk memasuki kegelapan mengenai tokoh tersebut," ungkap Ayat dalam tulisan memoarnya 1965-1967.

Ayat menjelaskan, bahwa hasil dari penelitian naskah tersebut, tidak ditemukan nama Prabu Siliwangi sebagai raja Sunda. Nama itu hanya julukan bagi raja-raja sunda yang menggantikan Prabuwangi yang gugur di bubai. Prabuwangi sendiri, nama sebenarnya adalah Prabu Lingga Buana. Atau dalam cerita Parahyangan dikenal dengan Prabu Maharaja. Julukan Prabuwangi diberikan oleh rakyatnya karena ketegarannya dalam mempertahankan martabat Sunda, ketika kelicikan Maha Patih Gajah Mada bersama pengiring, pengawal dan putrinya yang cantik, Dyah Pitaloka yang gugur melawan Majapahit di perang Bubat pada 1357.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement