3. Janji perbaiki citra MK yang dianggap Mahkamah Keluarga
Suhartoyo berjanji akan kembali memulihkan citra MK di mata publik. Pasalnya, baru-baru ini MK disebut sebagai Mahkamah Keluarga.
"Semangat kami berdua itu tetep sama bahwa yang sekiranya di Mahkamah Konstitusi itu dipandang ada yang tidak baik tentunya itu akan kami perbaiki bersama dan termasuk dengan para hakim yang lain," ujar Suhartoyo.
Karena, kata Suhartoyo, kepemimpinan sebenarnya ialah kolektif, sehingga kerja-kerja kolektif lah yang mampu memperbaiki citra MK.
"Sebenarnya semua itu unsur pimpinan, cuma persoalannya kan harus ada yang mengkoordinasi, jadi itulah perlu ditunjuk ketua dan wakil ketua itu," imbuhnya.
4. Suhartoyo tak minta jadi Ketua MK
Ketua MK Suhartoyo mengungkapkan jika jabatannya sebagai ketua bukanlah permintaan pribadinya. Namun, sudah seusai dengan kesepakatan mufakat dalam RPH.
"Harus dipahami adalah jabatan ini bagi saya bukan saya yang minta. Tapi ada kehendak dari para yang mulia," kata Suhartoyo di Gedung MK.
Suhartoyo mengatakan, jika ketujuh Hakim MK lainnya mempercayakan jabatan ketua kepada dirinya dan juga wakil ketua kepada Saldi Isra.
"Bahwa beliau-beliau mempercayakan kami berdua untuk menjadi semacam logo (cerminan) tadi," imbuhnya.