Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Profil Yasser Arafat, Tokoh Pembebasan Palestina yang Membentuk Fatah

Serli Utari Dewi , Jurnalis-Senin, 13 November 2023 |12:01 WIB
Profil Yasser Arafat, Tokoh Pembebasan Palestina yang Membentuk Fatah
Yasser Arafat. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Muhammad Yassir Abdul Rahman Abdul Rauf Arafat al-Qudwa, yang lebih dikenal sebagai Yasser Arafat lahir pada 24 Agustus 1929 dan meninggal pada 11 November 2004. Ia adalah seorang negarawan Palestina. Ia merupakan Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Presiden Otoritas Nasional Palestina (PNA), dan pemimpin partai politik serta mantan pasukan milisi Fatah yang ia dirikan pada 1959.

Arafat seorang keturunan Palestina dan lahir di Kairo, ia lulusan dari Universitas Raja Fuad I, sebagai mahasiswa ia menganut ide-ide nasionalis Arab anti Zionis. Ia menentang pembentukan Negara Israel pada 1948, ia berperang bersama Ikhwanul Muslimin selama Perang Arab-Israel 1948. Setelah kekalahan Arab, Arafat kembali ke Kairo dan menjabat sebagai Presiden Persatuan Umum Mahasiswa Palestina dari 1952 hingga 1956.

Pada akhir 1950-an, Arataf mendirikan Fatah, sebuah organisasi paramiliter yang bertujuan untuk menyingkirkan Israel dan menggantinya dengan negara Palestina. Fatah beroperasi di beberapa negara Arab, dan dari sana mereka melancarkan serangan terhadap target-target Israel.

Kemudian, pada akhir 1960-an, profil Arafat berkembang, ia bergabung dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pada 1967 dan pada 1969 ia terpilih sebagai ketua Dewan Nasional Palestina (PNC).

Pada 1983 hingga 1993, Arafat tinggal di Tunisia, dan mulai mengalihkan pendekatannya dari konflik terbuka dengan Israel ke negosiasi. Lalu, pada 1988, ia mengakui hak Israel untuk eksis dan mencari solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina. 

Pada 1994, ia kembali ke Palestina, dan menetap di Kota Gaza untuk mempromosikan pemerintahannya untuk wilayah Palestina. Dia terlibat dalam serangkaian negosiasi dengan pemerintah Israel untuk mengakhiri konflik antara pemerintah Israel dan PLO.

Setelah kematiannya pada 2004, Arafat menjadi sosok yang kontroversial, Masyarakat Palestina menganggap Arafat sebagai seorang martir yang melambangkan aspirasi nasional rakyatnya, sedangkan masyarakat Israel dan kelompok kiri PLO menganggapnya sebagai teroris dan koruptor.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement