JAKARTA - Deputi Politik 5.0 Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto, merasa Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri telah mengoreksi perasaan demokrasi dan konstitusi Indonesia saat ini.
Pernyataan itu dilontarkan sekaligus menanggapi pidato Megawati bertajuk “Setelah Lama Dinanti Tiba Saatnya Sampaikan Suara Hati Nurani."
"Kami di TPN Ganjar-Mahfud berminggu-minggu merasakan suasana demokrasi dan konstitusi yang mendung. Tapi kini dikoreksi oleh ibu Mega dengan menyatakan itu bukan mendung tapi demokrasi yang gelap," kata Andi saat jumpa pers di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta Pusat, Minggu (12/11/2023).
Menurut Andi, pihaknya akan mengikuti arahan sesuai pidato Megawati, yakni menggunakan secercah cahaya dari putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) menjadi jalan untuk menjaga dan menegakkan demokrasi berbangsa dan bernegara.
Sementara itu, Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah, mengatakan, pidato Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri menyiratkan keinginan agar agenda Pilpres dan Pemilu 2024 bisa menegakkan sendi-sendi demokrasi yang berdasarkan Pancasila.
"Itu merupakan pidato hati nurani Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri yang disampaikan secara langsung ke seluruh rakyat Indonesia setelah melakukan kontemplasi," kata Basarah.
Menurutnya, Megawati menyampaikannya pesan moralnya sebagai anak bangsa, sebagai Presiden RI ke 5 dan juga sebagai peserta pemilu selaku Ketua Umum DPP PDIP.
"Agenda pilpres dan pemilu harus bisa menegakkan sendi-sendi demokrasi berdasarkan Pancasila. Saya katakan ini sebagai tuntutan akal sehat dan kebenaran hakiki," kata Basarah.