Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

JK: Berat Hukumnya Bagi Mereka yang Tidak Adil Melaksanakan Pemilu

Danandaya Arya putra , Jurnalis-Senin, 20 November 2023 |02:31 WIB
JK: Berat Hukumnya Bagi Mereka yang Tidak Adil Melaksanakan Pemilu
JK minta Pemilu 2024 berlangsung adil dan transparan/Foto: MPI
A
A
A

 

JAKARTA - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) berharap Pemilu 2024 bisa diselenggarakan dengan adil tanpa adanya kecurangan selama prosesnya. Sebab menurutnya hukum berat akan menimpa seseorang jika melaksanakan praktik kecurangan di pesta demokrasi 2024.

"Jadi berat sekali hukumannya, bukan hanya hukuman dunia tapi hukuman akhirat, bagi siapa saja yang melaksanakan Pemilu tidak sebaik-baik dan seadil-adilnya, siapapun," ucap JK di kediamannya, Jakarta Selatan, Minggu (19/11/2023).

 BACA JUGA:

Dia mengatakan, pesta demokrasi tahun depan sangat menentukan bagaimana bangsa ini dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Sebab jika kontestasi Pemilu 2024 sudah dicoreng dengan praktik-praktik kecurangan, kata JK, hal tersebut sulit untuk diwujudkan.

"Juga keinginan Pak Jokowi. Bagaimana 2045 baik, tidak mungkin 2045 baik kalau hari ini tidak baik. Apabila diberikan contoh yang tidak baik pada 2024, maka menjadi bagian dari ketidakadilan pada tahun-tahun berikutnya," ujar Jusuf Kalla.

 BACA JUGA:

JK juga mengimbau seluruh rakyat Indonesia dapat mengawal Pemilu, agar memastikan pesta demokrasi ini berjalan secara jujur dan adil. Selain itu, dirinya tidak menginginkan hanya karena berbeda pendapat atau pilihan, masyarakat jadi terpecah belah.

“Kita bisa berbeda secara politik, tapi kita tidak boleh berbeda dalam pilihan bernegara,” pungkasnya.

Sebagai Informasi, Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, dan Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Arsjad Rasjid menyambangi rumah JK di Jalan Brawijaya Raya, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pertemuan tersebut berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam.

 BACA JUGA:

JK mengakui bahwa pertemuan dengan Calon Presiden nomor urut 3 kali ini membahas politik untuk kebaikan negara. Dia menilai pemilu 2024 harus berlangsung dengan damai dan aparat yang netral.

"Yang penting ialah kita harapkan dalam situasi seperti ini maka peranan aparat pemerintah apakah itu di pemerintahan, di Kepolisian, TNI, dan seluruh aparat negara, betul-betul melaksanakan pemilu secara baik, secara aman, dengan netral," pungkasnya.

(Nanda Aria)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement