Sesampainya di asrama KKO, ia melihat pasukan yang telah siap tempur. Namun, ia bertemu dengan Mayor Saminu, teman masa kecilnya di Solo. Benny pun meminta agar Saminu mengendalikan pasukannya agar tidak keluar asrama, sementara Benny akan mengurus pasukan RPKAD.
Pada sisi lain, RPKAD menganggap Benny telah ditangkap oleh KKO. Mereka pun bergerak ke markas KKO. Namun, sesampainya di sana Benny justru keluar sembari berteriak agar pasukan RPKAD kembali pulang.
Kisah Perseteruan Baret Merah dan Baret Ungu yang dipicu saling ejek pun berakhir berkat keberanian Benny Moerdani. Hingga saat ini, kisah tersebut dianggap menjadi salah satu aib yang mencoreng nama TNI.
(Hafid Fuad)