ASUNCION – Seorang pejabat pemerintah Paraguay dipecat setelah ditipu untuk menandatangani "nota kesepahaman" dengan perwakilan negara fiktif, menurut laporan media. Arnaldo Chamorro, yang merupakan kepala staf Kementerian Pertanian negara Amerika Selatan tersebut, dan beberapa pejabat lainnya dilaporkan percaya bahwa negara Negara Serikat Kailasa (United States of Kailasa) benar-benar ada.
Chamorro menandatangani nota kesepahaman dengan Negara Serikat Kailasa pada 16 Oktober 2023 dan tidak menyadari bahwa itu adalah negara fiktif. Negara Serikat Kailasa sebenarnya hanya sekedar lelucon, namun hal ini tidak disadari oleh beberapa pejabat Paraguay.
"Negara" ini memiliki situs web yang mencap dirinya sebagai "kebangkitan bangsa peradaban Hindu kuno yang tercerahkan yang dihidupkan kembali oleh umat Hindu yang terusir dari seluruh dunia." Mereka bahkan aktif di media sosial, di mana mereka membanggakan berbagai perjanjian yang konon ditandatangani dengan organisasi atau individu.
Menurut pengakuan Chamorro, yang dikutip dalam wawancara media, dalam kasus Paraguay, perwakilan dari Negara Serikat Kailasa tidak hanya bertemu dengan dirinya, tetapi juga dengan Menteri Pertanian, Carlos Giménez. Meskipun Chamorro mengaku tidak mengetahui di mana letak Kailasa, dia menandatangani dokumen tersebut setelah dijanjikan bantuan untuk Paraguay dalam bidang irigasi dan masalah lainnya, demikian dilansir Sputnik.
Menurut salinan perjanjian yang diposting di media sosial, perjanjian tersebut menguraikan “keinginan dan rekomendasi yang tulus kepada pemerintah Paraguay untuk mempertimbangkan, menjajaki, dan secara aktif mengupayakan pembentukan hubungan diplomatik dengan Negara Serikat Kailasa dan mendukung pengakuan Negara Kailasa sebagai negara yang berdaulat dan merdeka di berbagai organisasi internasional, antara lain PBB.”
Para pejabat Paraguay ternyata bukan yang pertama yang ditipu oleh negara fiktif bentukan pengikut buronan guru India bernama Nithyanand. Pria yang dijuluki "manusia baptis" itu keberadaannya tidak diketahui dan dicari di India atas beberapa tuduhan, termasuk penyerangan seksual.
Nithyanand, yang konon memiliki pengalaman spiritual yang kuat sejak usia dini, dikenal karena membuat klaim aneh, termasuk bahwa ia mampu menunda terbitnya matahari selama 40 menit, dan dapat membuat ternak berbicara dalam bahasa Tamil dan Sansekerta.
Setelah melarikan diri dari India pada 2019, Nithyananda mengaku telah menciptakan "bangsa Hindu" baru bernama Kailasa, lengkap dengan paspor, mata uang, dan bendera. Beberapa orang percaya bahwa itu terletak di suatu tempat di sebuah pulau di lepas pantai Ekuador.
(Rahman Asmardika)