JAKARTA - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar - Mahfud melakukan rapat dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI membahas soal debat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres Cawapres). Hasilnya, TPN mengusulkan kepada KPU agar rangkaian debat tersebut menerapkan format townhall.
Direktur Eksekutif, Direktorat Komunikasi Informasi dan Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud, Tomi Aryanto mengatakan dalam format tersebut pembicara berdiri di panggung dengan dikelilingi hadirin. kata dia, format ini membuat suasana debat lebih cair.
BACA JUGA:
“Mengapa kami mengusulkan format town hall yang memberikan audiens kesempatan untuk berinteraksi? Supaya apa yang menjadi buah pikiran calon-calon ini juga diuji di tempat," ujarnya dalam jumpa pers, Rabu, (6/12/2023).
"Jadi ini bukan soal hanya menyampaikan visi misi seperti membaca, tetapi secara spontan akan terlihat mana yang betul-betul menguasai visi misi mereka atau hanya sekedar dibuatkan,” tambahnya.
BACA JUGA:
Pihak KPU RI pun menerima usulan tersebut. Namun, masih akan mempertimbangkan pengunaannya.
Tomi menyatakan menghormati setiap keputusan yang diambil. Ia berharap format debat nanti benar-benar mampu menunjukkan kualitas dan kompetensi para calon dalam menyikapi setiap persoalan. Sehingga akan menolong masyarakat untuk menentukan pilihannya kelak saat Pilpres 14 Februari 2024.
Wakil Direktur Direktorat Saksi dan Pengamanan Hasil Pemilu TPN Ganjar-Mahfud, Candra Irawan mengatakan bahwa diskusi berjalan lancar meski sempat terjadi sedikit perdebatan. Namun pada akhirnya, semua sepakat format debat dikembalikan pada Pasal 27 UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemiligan Umum dan pasal 50 PKPU No. 15 tahun 2023.
Dengan demikian debat dipastikan akan dilakukan sebanyak lima kali. Debat pertama dan kelima akan dihadiri pasangan capres dan cawapres. Kemudian debat kedua dan keempat hanya akan dihadiri oleh cawapres. Sedangkan debat ketiga hanya akan dihadiri oleh capres.