Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pedagang Pasar Segiri Keluhkan Tingginya Harga Pangan, Ganjar: Perlu Perubahan Revolusioner

Agung Bakti Sarasa , Jurnalis-Kamis, 07 Desember 2023 |11:16 WIB
Pedagang Pasar Segiri Keluhkan Tingginya Harga Pangan, Ganjar: Perlu Perubahan Revolusioner
A
A
A

SAMARINDA - Para pedadang di Pasar Segiri, Kalimantan Timur mengeluhkan tingginya harga kebutuhan pangan seperti, cabai, sayur-sayuran hingga beras saat ini.

Keluhan itu disampaikan para pedagang saat bertemu Calon Presiden (Capres) nomor urut tiga, Ganjar Pranowo pada Rabu (6/12/2023).

Seorang pedagang di Pasar Segiti, Sulastri mengatakan, bahwa saat ini harga cabai hingga tomat masih tinggi. Untuk harga cabai, masih 100.000 per kilogaramnya.

“Cabainya sudah turun belum harganya? Harganya masih tinggi?,” tanya Ganjar kepada Sulastri.

“Cabai Rp100.000,” jawab Sulastri.

Karena itulah, saat bertemu dengan Capres berambut putih ini, Sulastri pun berharap bisa memberikan solusi agar ke depannya harga kebutuhan pangan bisa stabil khususnya di wilayah Samarinda.

“Semoga harga bahan pokok bisa turun dan stabil,” harap Sulastri.

Mendapat keluhan tersebut, Ganjar mengakui bilamana selama berkeliling pasar yang ada di Kalimantan Timur keluhannya sama yakni harga pangan.

Dari tiga pasar yang dikunjungi Ganjar yaitu Pasar Baru Balikpapan, Pasar Loa Kulu Kutai Kartanegara dan Pasar Segiri Samarinda, harga yang masih tinggi adalah cabai.

“Satu kalo kita melihat cabai masih menjadi catatan dan harganya masih tinggi. Kalo kita melihat yang ada di Samarinda ternyata cabai ada didistribusiin di tempat lain dan harganya masih tinggi,” kata Ganjar.

Saat berkunjung ke Pasar Segiri Samarinda, Ganjar juga mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait harga pupuk yang masih mahal. Menurutnya, hal ini tentunya sangat meresahian mereka apalagi yang sehari-hari bercocok tanam.

"Ternyata pupuk dan ibat, bagaimana kita siapkan proses produksi agar bisa lancar. Ini hampir terjadi di semua tempat di Indonesia,” ungkapnya.

Ganjar mengungkapkan, apabila kedaulatan pangan ingin diwujudkan maka dirasanya perlu ada sebuah perubahan yang revolusioner. Harapannya, bisa memajukan sektor pertanian bangsa Indonesia.

“Kalo mau tahan pangan, daulat pangan, rasa-rasanya harus dibuat peraturan atau perubahan yang agak revolusioner untuk pertanian kita,” tandasnya.

Untuk diketahui, memasuki hari kesembilan massa kampanye, Ganjar sudah berkeliling beberapa daerah Indonesia. Mengawali kampenye, Ganjar mengunjungi dan berkeliling Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Lalu Ganjar terbang ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sehari setelahnya, Ganjar melanjutkan kampanye ke sejumlah ke sejumlah daerah di NTT dan Nusa Tenggara Barat seperti Kabupaten Ende, Pulau Rote, Kota Bima, dan Pulau Lombok.

Setelah itu, Ganjar kembali berkampanye di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara dan Kota Palu Sulawesi Tengah untuk menyapa masyarakat yang ada di sana.

Sejak kemarin, Ganjar menginjakkan kakinya Kalimantan Timur untuk berkampanye di Kota Balikpapan, Kota Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement