Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pasukan Pangeran Diponegoro Pernah Ketergantungan Opium, Uang Panen Buat Beli Narkotika

Avirista Midaada , Jurnalis-Jum'at, 08 Desember 2023 |07:27 WIB
Pasukan Pangeran Diponegoro Pernah Ketergantungan Opium, Uang Panen Buat Beli Narkotika
Lukisan Raden Saleh "Penangkapan Pangeran Diponegoro" (Foto: Wikipedia)
A
A
A

DAMPAK monopoli cukai membuat peredaran opium atau candu di masa Pangeran Diponegoro meningkat. Perdagangan candu ini memang memperparah dampak monopoli cukai saat pemerintahan kolonial Belanda.

Apalagi candu konon sangat mudah diimpor dari Benggala, India, menyusul dicabutnya blokade Inggris atas Jawa pada Agustus-September 1811. Tekanan ekonomi pada pemerintahan Raffles untuk menaikkan pendapatan menjadi masalah kuncinya.

Sekali lagi, etnis Tionghoa memainkan peran menonjol yang menyedihkan selain menjadi pengecer candu, juga sekaligus penjaga gerbang cukai. Alhasil banyak orang yang ketergantungan opium, yang masuk kategori narkotika.

Bagi banyak orang, candu menawarkan satu-satunya jalan keluar dari kesulitan hidup yang begitu keras dan menguras tenaga. Di Pacitan, setelah Perang Jawa, sebuah pesta besar keagamaan digelar untuk merayakan berakhirnya panen kopi.

Uang pembayaran panen yang diterima, langsung dipakai untuk makan candu. Selama Perang Jawa sendiri, ada laporan-laporan yang mengatakan bahwa banyak pasukan Pangeran Diponegoro jatuh sakit, karena tidak dapat candu.

Konon berdasarkan buku dari Peter Carey "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro :1785 - 1855", para pengecer candu dari etnis Tionghoa meraup untung dengan berdagang di belakang garis pertahanan Pangeran Diponegoro. Ketika sentimen-sentimen anti-Tionghoa yang keras di bulan-bulan awal pemberontakan sudah berangsur mereda.

Ketergantungan candu opium ini memang cukup mengisi waktu senggang bagi orang-orang kaya di masa itu. Tetapi ketagihan candu adalah bencana bagi si miskin. Sebab, jika timbul sedikit saja keinginan untuk mengisap candu, hal itu sudah mampu menjungkirbalikkan hidup seorang petani Jawa baik-baik menjadi pelaku tindak kriminal.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement