“Kedua, ketika saya bepergian. Saya enggak mau ditraktir, apalagi kalau pergi sama anak buah, masa bosnya yang ditraktir, harusnya bosnya yang traktir,” ucapnya lagi.
Sementara dari kalangan orang berkepentingan, Siti Atikoh dengan tegas tidak menerima jual beli jabatan.
“Ketiga dalam penerapan keseharian, khususnya dalam sisi jadi istri kepala daerah. Ada beberapa yang mencoba misalnya tentang lelang jabatan, lelang proyek. Awal-awal itu mencoba mendekati saya untuk bisa mempengaruhi kebijakan, mempengaruhi pengambilan keputusan dari Mas Ganjar atau dinas SKPD yang terkait,” kata Siti Atikoh.
Di akhir, dengan tegas Siti Atikoh menyatakan, dari awal dirinya tidak bisa, tidak mau melakukan tindak korupsi, karena melanggar hukum. "Ini melanggar aturan,” ujarnya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.