Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Agama yang Dianut Warga Korsel, Jumlah dan Persentasenya

Agama yang Dianut Warga Korsel, Jumlah dan Persentasenya
Foto: Reuters.
A
A
A

SEOUL - Korea Selatan yang secara resmi dikenal sebagai Republik Korea (ROK), merupakan negara yang terletak di Asia Timur. Negara ini terletak di bagian selatan Semenanjung Korea dan berbatasan dengan Korea Utara di sepanjang Zona Demiliterisasi Korea.

Perbatasan barat Korea Selatan berbatasan dengan Laut Kuning, sementara perbatasan timurnya dibatasi oleh Laut Jepang.

Dengan populasi sekira 51,96 juta jiwa, negara ini memiliki populasi yang besar, dan sekitar setengahnya tinggal di Wilayah Ibu Kota Seoul, yang merupakan wilayah metropolitan terpadat keempat di dunia.

Agama di Korea Selatan cukup beragam. Namun kebanyakan warga negaranya memilih untuk tidak beragama.

Agama Buddha mendominasi di antara individu yang memiliki afiliasi dengan agama formal di Korea Selatan. Agama ini tiba di negara tersebut pada 372 M, dan ribuan kuil Buddha tersebar di seluruh negeri.

Pengaruh agama Buddha telah terasa sejak zaman kuno, sementara agama Kristen memainkan peran penting pada abad ke-18 dan ke-19.

Pertumbuhannya mengalami peningkatan pesat pada pertengahan abad ke-20 sebagai bagian dari transformasi masyarakat Korea Selatan.

Meski demikian, angka keanggotaan agama tersebut mengalami penurunan sejak 2000 dan seterusnya.

Agama perdukunan asli, dikenal sebagai Sindo, tetap populer dan mencakup sebagian besar masyarakat yang tidak terafiliasi.

Menurut hasil jajak pendapat Gallup Korea tahun 2021, 60% responden mengidentifikasi diri mereka sebagai tidak beragama, 17% mengaku Protestan, 16% menganut agama Buddha, 6% menganut Katolik, dan 1% menganut agama lain.

Pada 2010, jajak pendapat Pew Research Center mencatat bahwa sekira 46% penduduk tidak mengikuti agama tertentu, menunjukkan kemungkinan peningkatan signifikan dalam jumlah mereka dalam satu dekade.

Sedangkan menurut Statista, pada 2022, sekira setengah dari penduduk Korea Selatan tidak memiliki afiliasi agama, sementara sekira 20 persen lainnya mengidentifikasi diri sebagai penganut Protestan.

Walaupun agama Buddha sedikit kalah popularitasnya dibandingkan dengan Protestanisme, tercatat bahwa ada lebih dari seratus organisasi Buddha yang terdaftar daripada organisasi Protestan pada 2018.

Menurut penelitian sebelumnya, tampaknya terjadi penurunan jumlah penduduk beragama di dalam negeri seiring berjalannya waktu setelah mencapai puncaknya pada tahun 2005 dengan hampir 25 juta orang.

Analisis berdasarkan usia menunjukkan adanya tren penurunan, dengan kelompok usia yang lebih muda cenderung kurang religius dibandingkan dengan kelompok usia yang lebih tua.

Saat melihat rasio gender di kalangan komunitas agama, sekitar satu dari dua perempuan di Korea Selatan mengidentifikasi diri sebagai penganut suatu agama. Perempuan juga sedikit lebih banyak terwakili dalam hampir semua agama, kecuali Konfusianisme.

Mayoritas penganut agama di Korea Selatan rutin mengikuti kegiatan keagamaan setiap minggunya.

Menurut hasil survei tahun 2020, umumnya dianggap bahwa organisasi keagamaan seharusnya memberikan dampak positif pada masyarakat.

sebagian besar responden menyatakan pandangan bahwa kelompok agama seharusnya aktif dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan pelayanan masyarakat, terutama dalam melindungi kelompok rentan secara sosial.

Namun, di sisi lain, mayoritas responden mengakui adanya permasalahan seperti otoritarianisme dan korupsi di dalam organisasi keagamaan negara ini.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement