JAKARTA - Masa kampanye Pemilu 2024 sudah dimulai beberapa waktu lalu, pesta demokrasi lima tahunan ini pun memasuki tahapan berikutnya, tahapan yang lebih dinamis. Diketahui sebanyak 17 partai telah berjuang di 2.710 daerah pemilihan untuk sebanyak-banyaknya mendapat kepercayaan masyarakat menduduki 20.462 Kursi baik tingkat pusat, propinsi, maupun kabupaten/kotamadya.
Oleh karena itu, Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Esa Unggul, Bekasi, menggelar mimbar demokrasi untuk mengajak para generasi Z untuk mengawal pemilu damai.
"Mahasiswa harus punya kesadaran politik, bahwa persatuan dan kesatuan harus lebih utama. Pemilu 2024 harus menjadi silaturahim untuk memperkuat perbedaan-perbedaan politik bukan saling mempertajam perpecahan di negeri ini," kata Ketua BEM Esa Unggul, Cicilia Zefanya, dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (20/12/2023).
Dalam memasuki masa kampanye, kata Cicilia, banyak berita hoax yang bertebaran di media sosial. Ia pun mengajak para mahasiswa agar tidak terprovokasi hoax hingga kampanye hitam.
"Akhir-akhir ini mulai marak provokasi yang mengarah pada kekacauan dalam Pemilu 2024, masyarakat, mahasiswa sangat rentan dihadapkan pada kasus-kasus seperti kampanye hitam, hoaks, hingga maraknya ujaran kebencian," tegasnya.
Ia mengajak para mahasiswa untuk menyambut pemilu dengan damai. Jangan sampai terjadi perpecahan karena pilihan yang berbeda.
"Pemilu 2024 harus menjadi silaturahim untuk memperkuat perbedaan-perbedaan politik bukan saling mempertajam perpecahan di negeri ini. Mari kita sukseskan bersama Pemilu 2024 dengan aman dan penuh ketertiban. Hentikan postingan tanpa fakta yang bersifat provokasi, karena ini demi memastikan tidak adanya perpecahan di Pemilu nanti," pungkasnya.