Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jet Tempur Israel Serang Markas Operasional Hizbullah di Lebanon

Susi Susanti , Jurnalis-Kamis, 21 Desember 2023 |15:44 WIB
Jet Tempur Israel Serang Markas Operasional Hizbullah di Lebanon
Jet tempur Israel serang markas operasional Hizbullah di Lebanon (Foto: Reuters)
A
A
A

ISRAEL - Angkatan Udara Israel mengatakan jet tempur telah menyerang “markas operasional” kelompok Islam Hizbullah di Lebanon.

Militer Israel juga mengatakan pihaknya telah menyerang “infrastruktur teroris” termasuk “posisi peluncuran” dan “gudang senjata”.

Sebelumnya hari ini Hizbullah mengatakan mereka telah melancarkan serangan roket ke lokasi militer Israel, termasuk di dekat kota utara Metula, dan mengumumkan kematian enam pejuangnya dalam waktu 24 jam.

Surat kabar berbahasa Prancis L'Orient-Le Jour melaporkan media Lebanon melaporkan bahwa dua warga sipil tewas hari ini - satu ditembak oleh penembak jitu Israel, yang lain tewas setelah serangan udara Israel di desa Markaba.

BBC tidak dapat memverifikasi rincian laporan-laporan ini.

Hizbullah adalah sekutu Hamas dan mengendalikan angkatan bersenjata paling kuat di Lebanon. Mereka telah melakukan baku tembak dengan Israel di daerah perbatasan sejak 7 Oktober.

Seperti diketahui, milliter Israel telah mengembangkan rencana untuk menyerang Lebanon dengan tujuan untuk memukul mundur kelompok Hizbullah, yang telah melancarkan serangan lintas batas terhadap Israel dalam beberapa pekan terakhir.

Israel dan Hizbullah telah menyaksikan peningkatan baku tembak sejak pecahnya konflik terbaru Israel-Palestina pada Oktober ketika pejuang Hamas di Gaza melancarkan serangan mendadak ke wilayah Israel. Serangan itu menyebabkan sekira 1.200 orang tewas dan menyebabkan penculikan lebih dari 200 sandera. Kampanye pengeboman kejam Israel di Gaza sejak saat itu telah menewaskan lebih dari 18.700 orang, menurut pejabat kesehatan setempat.

Kelompok militan Lebanon Hizbullah menyatakan dukungannya terhadap Hamas. Namun, pemimpin kelompok tersebut, Hassan Nasrallah, mengatakan mereka tidak akan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Israel kecuali jika Israel terprovokasi atau Hamas berada di ambang kekalahan.

Namun demikian, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah memutuskan bahwa mereka tidak dapat menerima ancaman yang ditimbulkan oleh Hizbullah dan telah mengembangkan rencana untuk menyerang Lebanon selatan untuk mendorong kelompok militan tersebut ke utara hingga Sungai Litani, menurut The Times.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement