Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Militer Israel Klaim Bunuh 2.000 Lebih Anggota Hamas di Gaza Sejak Gencatan Senjata Berakhir

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 22 Desember 2023 |17:33 WIB
Militer Israel Klaim Bunuh 2.000 Lebih Anggota Hamas  di Gaza Sejak Gencatan Senjata Berakhir
Militer Israel klaim bunuh 2.000 lebih anggota Hamas di Gaza sejak gencatan senjata (Foto: Reuters)
A
A
A

GAZA Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Daniel Hagari pada Kamis (21/12/2023) mengatakan operasi darat yang dilakukan oleh pasukan Israel telah menewaskan lebih dari 2.000 anggota Hamas sejak pertempuran di lapangan dilanjutkan pada 1 Desember lalu.

Hagari mengatakan dalam konferensi pers bahwa IDF juga menghancurkan jaringan terowongan teror strategis di kawasan elit di jantung Kota Gaza pada Senin (18/12/2023) dalam rangka melucuti kemampuan strategis Hamas.

CNN tidak dapat memverifikasi klaim IDF secara independen.

Seperti diketahui, Israel memperbarui serangannya di Gaza setelah gagalnya gencatan senjata tujuh hari yang mengakibatkan beberapa pertukaran sandera Israel dengan tahanan dan tahanan Palestina.

Israel menghadapi tekanan untuk lebih jelas mendefinisikan tujuannya di Gaza dan mengurangi jumlah korban sipil yang terus meningkat di wilayah tersebut.

Sekitar 20.000 orang telah terbunuh oleh serangan Israel di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober dan serangan Israel berikutnya, menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Ramallah. CNN tidak dapat memverifikasi angka tersebut secara independen.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan perang di Gaza tidak akan berhenti sampai Israel mencapai semua tujuannya.

“Pilihan yang saya usulkan kepada Hamas sangat sederhana: menyerah atau mati,” katanya.

“Mereka tidak punya – dan tidak akan punya – pilihan lain. Dan setelah kita melenyapkan Hamas, saya akan menggunakan seluruh kekuatan saya untuk memastikan bahwa Gaza tidak lagi mengancam Israel – baik Hamastan maupun Fatahstan,” lanjutnya.

Netanyahu memberikan pernyataannya dalam bahasa Ibrani dan telah diterjemahkan.

Hamastan dan Fatahstan merujuk pada dua kelompok Palestina, yakni Hamas, kelompok Palestina yang menguasai Gaza sejak 2007 dan partai politik Fatah, yang merupakan partai penguasa di Tepi Barat dan saingan berat Hamas.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement