JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab terjadinya guncangan gempa bumi berkekuatan M4,5 yang terjadi di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Jabar), Senin (1/1/2024) malam.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan tertulisnya.
BACA JUGA:
Daryono menyampaikan bahwa dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di Rancakalong, Jatinangor, Bandung dalam Skala Intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).
Berikutnya, di Cirebon, Garut dan Subang dalam Skala Intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

1.155 Gempa Bumi Terjadi di Jabar Sepanjang 2023
"Hingga pukul 21:15 WIB hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 6 kali aktivitas gempabumi di Sumedang," ujarnya.