Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Australia Membuat Sejarah dengan Putri Denmark yang Tak Terduga

Susi Susanti , Jurnalis-Kamis, 04 Januari 2024 |17:00 WIB
Ketika Australia Membuat Sejarah dengan Putri Denmark yang Tak Terduga
Putri Mary, istri dari Pangeran Frederik menjadi Putri Denmark (Foto: Reuters)
A
A
A

Tapi itu adalah pertemuan kebetulan di tempat yang ramai di Sydney selama Olimpiade 2000 yang pada akhirnya mengubah hidupnya.

Ceritanya, Mary yang berusia 28 tahun pergi ke pub Slip Inn untuk bertemu beberapa teman untuk minum.

Beberapa orang Eropa termasuk di antara kelompok tersebut termasuk Frederik, saudaranya Pangeran Joachim, sepupunya Pangeran Nikolaos dari Yunani dan Denmark, Putri Martha dari Norwegia, dan Raja Spanyol Felipe VI.

Tidak ada rincian keamanan atau pengintaian paparazzi, dan fakta bahwa Mary dan teman-temannya termasuk anggota keluarga kerajaan tidak diketahui.

“Setengah jam kemudian seseorang mendatangi saya dan berkata, 'Apakah Anda tahu siapa orang-orang ini?,” terang Mary menceritakan kepada komedian Australia Andrew Denton pada 2005, mengingat pertemuan tersebut.

"Saya memberikan nomor telepon saya kepada Frederik dan dia menelepon saya keesokan harinya, jadi bisa dibilang ada yang cocok. Itu bukan kembang api di langit atau semacamnya, tapi ada perasaan gembira," tambahnya.

Mereka segera menjalin hubungan jarak jauh. Lalu pada 2002, Mary memutuskan untuk pindah ke Denmark di mana dia mulai belajar bahasa Denmark dan menerima pekerjaan di Microsoft.

Ketika pasangan itu menikah dua tahun kemudian di Katedral Kopenhagen pada 14 Mei, lebih dari satu juta warga Australia terbangun di tengah malam untuk menyaksikan upacara tersebut secara langsung.

Kembali ke Tasmania, siswa dari Sekolah Menengah Taroona – almamater Mary – mengenakan helm dan tiara Viking untuk perayaan makan malam kerajaan.

"Gadis yang Mempesona Suatu Bangsa", adalah tajuk utama halaman depan The Copenhagen Post pada hari itu, bersamaan dengan jajak pendapat berita yang menyatakan bahwa lima dari enam warga Denmark yakin suatu hari dia akan menjadi Ratu yang hebat.

Selama sebagian besar masa pemerintahannya, Ratu Margrethe tetap menjadi tokoh populer di Denmark, dan banyak yang berharap dia akan mempertahankan takhta sampai kematiannya.

Sebagai raja yang paling lama menjabat dalam sejarah bangsa, ia dikenal karena pakaiannya yang berwarna cerah, kecintaannya pada arkeologi, dan perokok berat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement