Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Produksi Alutsista Mandiri, Ganjar-Mahfud Komitmen Memodernisasi Pertahanan Sakti

Arief Setyadi , Jurnalis-Jum'at, 05 Januari 2024 |16:39 WIB
Produksi Alutsista Mandiri, Ganjar-Mahfud Komitmen Memodernisasi Pertahanan Sakti
Ganjar Pranowo dan Mahfud MD (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Indonesia harus memiliki pertahanan yang andal dan mendukung perkembangan industri alutsista (alat utama sistem persenjataan) di dalam negeri. Upaya mempertahankan kedaulatan perlu dilakukan mengingat pengalaman Indonesia yang pernah merasakan embargo suku cadang.

Wakil Ketua TPN Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Ammarsjah Purba, mengungkapkan, bahwa ketergantungan pada produk luar dan praktik impor harus diperhatikan dengan serius, terutama karena dalam situasi konflik, sanksi embargo dapat diterapkan tanpa peringatan.

"Indonesia tidak bisa terlalu tergantung pada produk luar dan serba impor, karena dalam situasi konflik, sanksi embargo sewaktu-waktu dapat ditimpakan kepada suatu negara,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (5/1/2024).

Dalam kerangka ini, Ganjar-Mahfud menawarkan konsep kemandirian alutsista sebagai strategi utama untuk menjaga kedaulatan politik tanpa terlalu terikat pada kepentingan luar, termasuk AS, Rusia, atau China. Potensi besar Indonesia di industri alutsista, baik dalam hal SDM yang kompeten maupun sumber daya seperti nikel untuk material baja tahan karat, menjadi dasar yang kuat bagi konsep kemandirian.

"Indonesia memiliki potensi besar dalam industri alutsista, baik itu SDM yang kompeten dan material logam, khusus untuk material baja tahan karat bisa diproses dari cadangan nikel yang melimpah," kata Ammar.

Ammar menambahkan, bahwa Ganjar-Mahfud berkomitmen untuk mengembangkan industri pertahanan sebagai bagian integral dari rantai pasok global, meningkatkan alih teknologi, dan memperkuat daya gentar sebagai langkah pencegahan.

“Ganjar-Mahfud berkomitmen memordenisasi pertahanan Sakti. Ganjar-Mahfud menginginkan transformasi pertahanan berdasarkan doktrin Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (SISHANRATA) untuk membentuk Kekuatan Pertahanan Indonesia yang berdaya gentar dan dilengkapi dengan alutsista Sakti (Perkasa dengan Keunggulan Teknologi 5.0),” ujar Ammar.

Aspek kemandirian alutsista, lanjut Ammar, juga membawa dampak positif pada penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Untuk perbandingan, misalnya TNI AD selama ini mengimpor panser angkut personel (APC) dari Perancis, buatan Renault, seharga 1 juta euro atau Rp15 miliar per unit.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement