BACA JUGA:
“Jadi akhirnya, pada tanggal 4 Januari yang lalu dapat teridentifikasi sesar aktif tersebut dan sudah kami karena ini penting kami segera sampaikan kepada bapak PJ Gubernur (Jawa Barat) pada tanggal 4 Januari yang lalu,” katanya.
Dwikorita pun mengatakan hal ini dipandang perlu untuk diketahui oleh publik dan pemerintah daerah setempat untuk menjadikan kewaspadaan dan kesiapan. “Bukan untuk menimbulkan ketakutan tapi justru untuk menenangkan sudah tahu Insya Allah apa ancamannya, ada di mana resikonya seberapa besar dan bisa segera disiapkan bagaimana langkah mitigasi untuk mengurangi resiko tersebut.”

Sementara itu, Dwikorita mengatakan menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat, gempa bumi di Sumedang tersebut telah mengakibatkan 10 orang luka-luka dan 138 rumah rusak yang tersebar di Kabupaten Sumedang yaitu di kecamatan Sumedang Utara Sumedang Selatan Tanjung Medan Tanjungkerta Jatinangor Pamulihan Rancakalong dan Surian, serta Kabupaten Bandung di kecamatan Arjasari dan Cicalengka.