Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Nongkrong Bareng Anak Muda di Batang, Ganjar Teringat Pernah Ngamuk di Jembatan Timbang

Riana Rizkia , Jurnalis-Selasa, 16 Januari 2024 |22:47 WIB
Nongkrong Bareng Anak Muda di Batang, Ganjar Teringat Pernah <i>Ngamuk</i> di Jembatan Timbang
Capres Nomor urut 3, Ganjar Pranowo di Batang (foto: dok TPN)
A
A
A

BATANG - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo teringat pernah ngamuk di Jembatan timbang Subah Batang karena menyikat persoalan pungutan liar (pungli). Momen itu ia ingat saat nongkrong bareng anak muda se-Kabupaten Batang.

Awalnya, Ganjar membahas sejumlah persoalan bersama anak muda se-Kabupaten Batang. Mulai lapangan pekerjaan, pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Namun tiba-tiba, ada salah satu anak muda bernama Yudha yang bertanya pada Ganjar. Ia menceritakan ketika mau merintis usaha, dan kesulitan mengurus perizinan. Bahkan, ia juga dimintai sejumlah uang.

"Saya lihat visi misi bapak kan memberantas korupsi. Tolong pak nanti praktik korupsi benar-benar disikat karena itu sangat merugikan rakyat," katanya kepada Ganjar, Selasa (16/1/2024).

Menjawab hal itu, Ganjar membenarkan bahwa korupsi adalah musuh negara. Ia harus dibabat tuntas sampai ke akar-akarnya.

"Makanya saat saya jadi gubernur dulu, slogan saya mboten korupsi mboten ngapusi. Itu karena di masyarakat, persoalan paling pelik ya soal itu," katanya.

Bahkan dulu ia harus berjuang keras mewujudkan pemerintahan yang bersih dan melayani. Ia sering sidak untuk membereskan jika ada anak buah yang macam-macam.

"Pertanyaanmu mengingatkan saya pada satu cerita. Dulu ada gubernur yang marah-marah di jembatan timbang di Subah Batang. Itu karena adanya laporan pungli yang dilakukan para petugas jembatan timbang. Waktu dia sidak, dia menemukan praktik itu dan dia marah sampai gebrak meja. Ada yang tahu siapa?" tanya Ganjar.

"Pak Ganjar," teriak warga kompak.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement