MAGETAN - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo merespons rencana Menko Marvest, Luhut Binsar Pandjaitan yang hendak menaikkan pajak motor bensin. Menurutnya, masalah transisi energi perlu bijak dan hitung dengan betul.
"Rasa-rasanya hari ini semua lagi berbincang bagaimana transisi energi dilakukan, kita musti bijak betul, kita hitung betul begitu ya," kata Ganjar kepada wartawan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Kamis (18/1/2024).
Ganjar pun mempertanyakan kebijakan menaikkan pajak seiring dengan dimulainya energi baru terbarukan diinvestasikan di Indonesia.
"Apakah dengan seperti menaikan pajak, atau segera kita memulai energi baru terbarukan untuk diinvestasikan. Selebihnya, ya mari transportasi publiknya kita mulai lebih baik lagi, semua orang tidak menggunakan kendaraan pribadi, atau diinsentif pada kepemilikan kendaraan pribadi sehingga dibatasi, makin tinggi ya pajak progresif atau betul-betul dibatasi," ujarnya.
Lebih lanjut, Ganjar menilai masih banyak yang bisa diperhitungkan soal isu tersebut. "Saya kira banyak hal yang bisa kita perhitungkan pada soal itu, di luar disinsentif dengan menaikan sekadar menaikan pajak, ada akun-akun yang lain," tuturnya.