BACA JUGA:
"Ya kami tetap menampilkan apa adanya karena satunya kata dari seorang pemimpin itu sangat penting, dan debat bukan menjadi suatu ajang untuk memperlakukan calon lain dengan tidak ada etika seperti yang ditunjukkan oleh Mas Gibran," kata Hasto.
Menurutnya, panggung debat adalah komitmen terhadap bangsa kedepannya dan juga mengedepankan Kesejahteraan bagi wong cilik.
"Debat itu menjadi panggung komitmen terhadap desain ekonomi kedepan bagaimana wong cilik mendapatkan perhatian dari seorang pemimpinnya, bagaimana hukum ditegakkan bagaimana kta menjadi bangsa mengejar ketertinggalannya kita dari bangsa lain," pungkas Hasto.
(Salman Mardira)