Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sejarah Konspirasi Arab Saudi dan Inggris untuk Bisa Lepas dari Khalifah Turki Utsmani

Maria Regina Sekar Arum , Jurnalis-Rabu, 24 Januari 2024 |16:26 WIB
Sejarah Konspirasi Arab Saudi dan Inggris untuk Bisa Lepas dari Khalifah Turki Utsmani
Sejarah konspirasi Arab Saudi dan Inggris untuk bisa lepas dari Khalifah Turki Utsmani (Foto: Ilustrasi/Reuters)
A
A
A

ARAB SAUDI - Pada akhir perang dunia pertama tahun 1914 hingga 1918, kekuasaan kerajaan Eropa mulai melemahkan kekuasaan Turki Utsmani baik di Benua Asia maupun di Eropa.

Turki Utsmani adalah negara Islam yang pernah mendominasi peradaban dunia. Turki Utsmani menguasai Eropa, Afrika, dan Timur Tengah pada masa keemasannya. Namun, hal itu berubah setelah Renaisans dan Revolusi Industri di Eropa.

Situasi di kota Turki semakin mencekam dan Sultan tidak bisa berbuat apa-apa. Disaat situasi itu, munculah seorang reformis yang mengedepankan nasionalisme, yaitu Mustafa Kemal Pasha yang disebut sebagai bapak Turki sekaligus sang penakluk yang berhasil mengusir bangsa asing dari wilayah Turki.

Mustafa Kemal Pasha atau kemudian menjadi Mustafa Kemal Ataturk menjadi terkenal, setelah kemenangan atas Ottoman pada Perang Dunia Pertama pada Pertempuran Gallipoli (1915).

Dia kemudian menggulingkan dan menggantikan Kekhalifahan Islam pada tahun 1924. Pemerintah Turki yang sekuler mengadopsi semua metode sekuler dalam masalah sosial, ekonomi dan politik dengan mengorbankan hukum Islam, yang telah berlaku di Turki sejak berdirinya Kekhalifahan Utsmani.

Dia dikenal sebagai pendukung Inggris, membenci Jerman dan menentang gagasan Islam. Hal ini tidak lepas dari keikutsertaannya dalam kelompok rahasia perwira yang menginginkan reformasi bernama Vatan ve Hurriyet atau Tanah Air dan Kemerdekaan.

Profesor Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi mengatakan dalam bukunya "The Rise and Fall of the Ottoman Caliphate" bahwa Mustafa Kemal Atatürk hanyalah boneka. “Proyek boneka ini jauh lebih baik dibandingkan ratusan proyek lainnya untuk memecah-belah Turki dan menghancurkan Islam,” katanya dalam buku tersebut.

Skenario global untuk mengakhiri pemerintahan Turki Utsmani memerlukan lahirnya seorang pahlawan boneka yang dapat digunakan oleh sekutu dan mengikat keinginan umat Muslim yang putus asa.

Proyek boneka ini jauh lebih baik dibandingkan ratusan proyek lainnya untuk menghancurkan Turki dan menghancurkan Islam. Penciptaan boneka pahlawan ini dilakukan oleh dinas intelijen Inggris dengan keberhasilan yang luar biasa.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement