Pasukan sekutu mulai membuat berbagai masalah dan meminta sultan untuk meredamnya. Mereka mengusulkan agar nama Mustafa Kemal dihapuskan agar ia menjadi pusat harapan masyarakat dan rasa hormat para perwira militer. “Dengan demikian posisi Mustafa Kemal semakin terlihat dan kharismanya semakin menguat.
Di saat yang sama, nama khalifah semakin menarik perhatian masyarakat. Tidak mudah mengikuti permainan Inggris ini”, kata Ash-Shalabi. Intelijen Inggris berhasil menemukan "impiannya" yang sudah lama diinginkan Mustafa Kemal.
Hubungan antara intelijen Inggris dan Mustafa Kemal diatur melalui seorang agen intelijen bernama Armstrong, yang memiliki hubungan dekat dengan Mustafa selama berada di Palestina dan Suriah. Mustafa Kemal adalah komandan militer Ottoman di sana pada saat itu.
Di tangan Mustafa Kemal Pasha atau Mustafa Kemal Ataturk, obor kekhalifahan padam. Kekhalifahan yang mereka impikan selama berabad-abad adalah simbol persatuan dan keberlangsungan hidup mereka.
Mustafa Kemal melaksanakan semua rencana tertulis yang dibuatnya dengan kekuatan Barat. Ketika Perjanjian Lausanne mewajibkan Turki untuk menerima syarat-syarat serangkaian perjanjian yang dikenal sebagai Empat Syarat, Karzun merujuk pada ketua delegasi Inggris pada pertemuan tersebut.
Syarat tersebut berisikan pemutusan semua hal yang berhubungan dengan Islam dari Turki, penghapusan khalifah Islam untuk selama-lamanya, mengeluarkan khalifah dan para pendukung khilafah serta Islam dari negeri Turki serta mengambil harta khalifah, dan yang terakhir memberlakukan undang-undang sipil sebagai pengganti dari undang-undang Turki yang lama.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.