Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Komunitas ASEAN Perlu Memasukkan Literasi Keagamaan Lintas Budaya dalam Visi ASEAN Pasca 2025

Awaludin , Jurnalis-Kamis, 25 Januari 2024 |19:30 WIB
Komunitas ASEAN Perlu Memasukkan Literasi Keagamaan Lintas Budaya dalam Visi ASEAN Pasca 2025
Webinar Komunitas ASEAN (foto: dok ist)
A
A
A

JAKARTA - Komunitas ASEAN dinilai perlu sekali memasukkan literasi keagamaan lintas budaya sebagai bagian dari Visi Komunitas ASEAN Pasca 2025. Hal itu didasarkan kondisi Asia Tenggara yang sangat beragam baik dari sisi agama, kepercayaan, maupun budaya, sehingga perlu upaya bersama untuk menjadikan keberagaman sebagai modal sosial dalam membangun inklusivitas dan kolaborasi.

Deputi I Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-bangsa, Organisasi Perdagangan Dunia, dan Organisasi Lainnya di Jenewa, Swiss, Duta Besar Achsanul Habib mengatakan, literasi keagamaan lintas budaya sejalan dengan Pernyataan Para Pemimpin Negara ASEAN tentang Pengembangan Komunitas ASEAN Pasca 2025.

“Apabila kita melihat ASEAN, tentu kita harus merujuk visi ASEAN Pasca 2025 yang sedang dibangun, yang mengharapkan ASEAN menjadi masyarakat inklusif dan memberikan kesempatan para anggotanya untuk berpartisipasi dan mengembangkan kolaborasi dalam berbagai hal,” kata Habib dalam webinar bertajuk “Literasi Keagamaan Lintas Budaya dalam Masyarakat ASEAN” yang diadakan Institut Leimena, Rabu 24 Januari 2024 malam.

Habib mengatakan, webinar ini merupakan kelanjutan dari salah satu sesi Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya yang diadakan Kementerian Hukum dan HAM bersama Institut Leimena pada 13-14 November 2023. Dalam konferensi tersebut, sejumlah perwakilan Indonesia dan negara Asia Tenggara berdiskusi dan memproduksi sejumlah pemikiran tentang pentingnya literasi keagamaan lintas budaya dalam Visi Komunitas ASEAN Pasca 2025.

Sementara itu, Perwakilan Tingkat Tinggi Satuan Tugas Tingkat Tinggi tentang Visi Komunitas ASEAN Pasca-2025 dari Filipina, Luis T. Cruz, mengatakan satuan tugas dibentuk tiga tahun lalu oleh para pemimpin ASEAN dengan tugas menyusun Visi Komunitas ASEAN Pasca 2025, termasuk di dalamnya agenda memajukan budaya perdamaian. Saat ini, satuan tugas juga sedang menyusun rencana strategis ASEAN untuk 40 tahun ke depan.

“Saya senang Konferensi Internasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan HAM dan Institut Leimena pada 13-14 November 2023 di Jakarta telah menghasilkan banyak informasi yang dapat dimasukkan ke dalam rencana strategis untuk mempromosikan literasi keagamaan lintas budaya,” kata Dubes Cruz.

Cruz menyampaikan pemimpin ASEAN perlu ikut mendukung inisiatif literasi keagamaan lintas budaya yang saat ini difokuskan kepada jalur pendidikan. Dia mengusulkan agar memasukkan literasi keagamaan lintas budaya sebagai bagian dari kurikulum di negara-negara ASEAN sehingga siswa memperoleh pemahaman komprehensif tentang agama dan kepercayaan.

“Hal ini akan memungkinkan mereka untuk menghargai persamaan dan perbedaan antar agama, menumbuhkan toleransi dan empati,” ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement