Video cuplikan tersebut disajikan grup tersebut di Youtube. Judul video tersebut berbunyi: 'Ibu Negara menerima hadiah mewah' dan 'Ibu Negara, Dior dan Kamera Tersembunyi'
Kantor berita Yonhap mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa kantor kepresidenan Yoon dilaporkan berencana untuk mengatasi masalah ini secepatnya pada bulan ini.
Sebuah jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan bahwa 69% pemilih yang memenuhi syarat di negara itu menginginkan penjelasan dari presiden mengenai tindakan istrinya. Jajak pendapat sebelumnya pada Desember 2023 menunjukkan 53% responden percaya bahwa perilakunya tidak pantas.
Skandal ini meledak hanya tiga bulan sebelum pemilihan legislatif Korea Selatan. Hal ini juga terjadi ketika tingkat persetujuan terhadap Yoon telah meningkat setelah terus menurun selama setahun terakhir.
Analis politik yang berbasis di Seoul, Rhee Jong-hoon, menggambarkannya sebagai "ledakan politik".
“Risiko Kim Keon Hee akan semakin besar,” katanya kepada kantor berita Reuters.
Undang-undang Korea Selatan melarang pejabat publik dan pasangannya menerima hadiah senilai lebih dari 1 juta won sekaligus, atau total 3 juta won dalam satu tahun fiskal.
Partai oposisi, Partai Demokrat, juga memanfaatkan masalah ini untuk menyerang Yoon dan partainya.
“Tidak masuk akal bagi kantor kepresidenan dan partai berkuasa untuk terus mengabaikan hal ini dan berbicara seolah-olah permintaan maaf akan mengakhiri masalah ini,” kata pemimpin oposisi Hong Ik-pyo.
Dan minggu lalu, Kim Kyung-yul, pemimpin PPP lainnya, membandingkan ibu negara dengan Marie Antoinette, ratu Prancis terkenal karena perilakunya yang boros.
Ini adalah yang terbaru dari serangkaian kontroversi seputar ibu negara Korea Selatan yang berusia 51 tahun.
Pihak oposisi telah lama menuduh Kim terlibat dalam manipulasi harga saham. Awal bulan ini, Yoon memveto rancangan undang-undang yang meminta istrinya diselidiki atas tuduhan tersebut.