Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Detik-Detik Kapal Tampomas II Terbakar di Laut Jawa yang Tewaskan 143 Orang

Awaludin , Jurnalis-Sabtu, 27 Januari 2024 |06:01 WIB
Detik-Detik Kapal Tampomas II Terbakar di Laut Jawa yang Tewaskan 143 Orang
Illustrasi (foto: dok Okezone)
A
A
A

TRAGEDI Tampomas II menyisakan pilu. Kapal tua buatan Jepang itu terbakar di Laut Jawa pada 27 Januari 1981 dan menyebabkan ratusan orang tewas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Sabtu (27/1/2024). Jumlah penumpangnya 1.054 orang plus 82 kru kapal dan ditambah para penumpang gelap yang tak terhitung datanya. Yang pasti, catatan tim penyelamat hanya menemukan 143 mayat.

Sekira 288 orang dilaporkan hilang dan 753 orang lainnya selamat. Setelah terbakar hebat, KMP Tampomas II baru benar-benar tenggelam pada 30 Januari pukul 05.00 WIB.

Kapal itu sedianya punya rute Jakarta menuju Sulawesi dengan dinakhodai Kapten Abdul Rivai yang berangkat pada 24 Januari 1981. Namun keesokan malamnya tragedi bermula.

Tepatnya pada 25 Januari sekira pukul 20.00 WIB kala kapal tengah terombang-ambing badai laut, terjadi kebocoran bahan bakar. Api dipicu sebuah puntung rokok di ventilasi yang menjalar ke kompartemen mesin.

Kepanikan sempat terjadi dan para penumpang diperintahkan naik ke dek atas untuk naik sekoci. Sayangnya, pintu ke dek atas hanya satu dan para penumpang berjejalan ke dek atas.

Saat sudah di dek atas, tak ada satu pun kru yang memberi tahu di mana letak sekoci yang hanya tersedia enam unit (masing-masing cuma memuat 50 orang). Justru sejumlah kru menurunkan sekoci buat mereka saja dengan egoisnya.

Yang terjadi, sebagian penumpang yang sudah panik memilih lompat ke laut dan sebagian masih bertahan di dek atas. Api sudah memenuhi ruang mesin pada 26 Januari pagi dan keesokannya terjadi ledakan hingga posisi kapal miring.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement