Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kenakan Baju Adat, Ganjar Antusias Temui Uskup Ruteng NTT

Ravie Wardani , Jurnalis-Sabtu, 27 Januari 2024 |01:00 WIB
Kenakan Baju Adat, Ganjar Antusias Temui Uskup Ruteng NTT
Ganjar Pranowo (Foto: Ravie Wardani)
A
A
A

 

RUTENG - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyambangi Istana Keuskupan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (26/1/2023). Setibanya di lokasi, Ganjar diterima langsung oleh Uskup Ruteng, Mgr Siprianus Hormat.

Penyambutan secara adat ini juga dilakukan masyarakat Manggarai, yakni Kepok Kapu atau salam pembuka orang Manggarai. Pasangan Mahfud MD di Pilpres 2024 itu kemudian dikalungkan selendang hingga disuguhi sirih pinang.

Penampilan Capres berambut putih ini juga tak kalah menyita perhatian warga setempat maupun tokoh agama yang ada di Istana Keuskupan Ruteng.

Dengan pakaian adat lengkap, Ganjar tampak gagah mengenakan topi berwarna merah, lalu selendang berwarna hitam, serta kain merah yang melingkari perutnya. Ganjar juga terlihat menggunakan kain terusan berwarna hitam sampai ke kaki.

Sementara itu, Mgr Siprianus menjelaskan kalau kain yang digunakan Ganjar memiliki sebuah makna tersendiri. Salah satunya, melindungi Mantan Gubernur Jawa Tengah itu dari segala macam kegelapan.

"Kain ini adalah simbol kegelapan, ini melindungi Pak Ganjar dari segala macam kegelapan. Ini tadi ada tiga lingkaran ini kepemimpinan ini berati Pak Ganjar dilindungi kebesaran kepemimpinannya," ungkap Mgr Siprianus. 

Secara simbolik, Ganjar juga diberikan parang yang dikaitkan di sisi sebelah kiri pinggangnya. Adapun parang itu menjadi sebuah simbol perlindungan baginya.

"Lalu, parang menjadi bagian dari perlindungan itu. Ini adalah simbol kepemimpinan Manggarai dengan perlengkapan yang ada," ujarnya.

Ganjar sendiri merasa senang menggunakan pakaian adat tersebut. Ia juga sesekali meladeni sapaan masyarakat dengan mengajak bersalaman.

Saking antusiasnya, Ganjar tetap mengenakan pakaian adat tersebu ketika hadir dalam acara Hajatan Rakyat di Stadion Golo Dukal, Ruteng, NTT.

"Jadi warnanya ada hitam, ada orange, putih hijau itu dari kegelapan selalu ada sinar cahaya, dengan situasi seperti ini selalu ada cahaya," kata Ganjar.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement