Gadis itu adalah Sinta Nuriyah, putri H Abdulah Syukur, pedagang daging terkenal. Walhasil, pada tanggal 11 Juli 1968, Gus Dur melangsungkan pernikahan jarak jauh.
Inilah kejadian heboh pertama dari Gus Dur buat keluarga istrinya. Sebagaimana permintaannya, wakil pengantin laki-laki adalah Kiai Bisri Syansuri.
Pernikahan ini sempat membuat geger tamu undangan. Bagaimana tidak, pengantin laki-laki sudah tua.
Namun kesalahpahaman itu hilang setelah pada 11 September 1971, pasangan Gus Dur-Nuriyah melangsungkan pesta pernikahan.
(Khafid Mardiyansyah)