Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Skenario Pengamanan Demo Pemilu 2024, TNI Akan Turun jika Brimob Terpukul Mundur

Jonathan Simanjuntak , Jurnalis-Kamis, 01 Februari 2024 |11:59 WIB
Skenario Pengamanan Demo Pemilu 2024, TNI Akan Turun jika Brimob Terpukul Mundur
Simulasi pengamanan demo ricuh Pemilu 2024 di Lapangan Taxy Way Echo, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (Foto: MPI/Jonathan)
A
A
A

JAKARTA - TNI menggelar simulasi pengamanan demonstrasi ricuh terkait Pemilu 2024 di Lapangan Taxy Way Echo, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (1/2/2024).

TNI memastikan akan ikut melakukan pengamanan proses Pemilu 2024 bahkan jika adanya demonstrasi. Namun, dalam hal pengamanan unjuk rasa, TNI baru membantu menghalau massa jika Polri yang berada di barisan depan pengamanan sudah terpukul mundur.

Simulasi pengamanan demo Pemilu 2024 dilakukan oleh sejumlah prajurit dari Kodam Jayakarta. Dalam simulasi ini, TNI memperagakan adanya aksi massa yang tidak puas akan demokrasi di Indonesia.

Sambil membawa banner bertajuk 'Matinya Demokrasi di Indonesia' massa aksi diskenariokan menggeruduk gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU). Massa aksi diskenariokan tak puas dengan penyelenggaraan Pemilu dan ingin menerobos masuk Gedung KPU.

 BACA JUGA:

Dalam skenario itu, Brimob hingga Babinsa akan berada di barisan barikade paling depan menghalau massa. Aparat TNI kemudian baru turun ketika Brimob terpukul mundur.

Bermodalkan tameng, mereka menahan seluruh aksi massa yang marah. Kemarahan aksi massa itu diskenariokan dengan melempar sejumlah barang hingga memukul dan menendang tameng.

Dalam skenario itu juga, aparat TNI sama sekali tidak terlihat melakukan penyerangan. Upaya kontak terbesar terhadap massa ialah dengan mendorong massa menggunakan tameng secara perlahan.

Masih dalam simulasi itu, aparat massa yang tidak puas kembali mencoba menerobos aparat TNI. Mereka kemudian mempertontkonkan penggunaan alat drone yang menjatuhkan asap, upaya lainnya adalah dengan mengunakan mobil kawat besi.

 BACA JUGA:

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut pihaknya memang telah menekan MoU dengan Polrit terkait pengamanan Pemilu 2024. Pengamanan aksi demonstrasi akan dilakukan TNI ketika Polri meminta bantuan.

"Kita akan berada di belakang polisi. Nanti apabila skalanya tinggi kita bisa membantu polisi atas permintaan, komunikasi terus," kata Agus.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement