Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Khatib Jumat Diimbau Beri Pesan Persaudaraan Manusia Jelang Pemilu 2024

Widya Michella , Jurnalis-Jum'at, 02 Februari 2024 |07:41 WIB
Khatib Jumat Diimbau Beri Pesan Persaudaraan Manusia Jelang Pemilu 2024
Ilustrasi sholat (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Negara (Kemenag), Kamaruddin Amin mengimbau agar Khatib Jumat pada 2 Februari 2024 menyampaikan pesan tentang persaudaraan manusia. Hal ini berkenaan dengan peringatan Hari Persaudaraan Manusia Internasional (International Day of Human Fraternity) yang ditetapkan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk diperingati setiap 4 Februari sejak 2020.

"Kami telah menerbitkan imbauan kepada para khatib Jumat untuk menyampaikan pesan persaudaraan manusia. Mari kita manfaatkan mimbar keagamaan untuk menyuarakan pesan ini pada pelaksanan Sholat Jumat 2 Februari 2024,” ungkap Kamaruddin Amin di Jakarta, dikutip Jumat (2/2/2024).

Penetapan tersebut didasarkan pada peristiwa penandatanganan Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama oleh Grand Syeikh Al-Azhar Ahmed Al Tayeb dan Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus di Abu Dhabi Uni Emirat Arab pada 4 Februari 2019.

“Peringatan ini juga menjadi momentum memperkuat harmonisasi menjaga persaudaraan dan persatuan terlebih jelang Pemilu 14 Februari 2024 mendatang," kata dia.

Dirjen mengatakan, pesan ini penting digaungkan melalui mimbar-mimbar keagamaan. Dikatakannya, persaudaraan dan persatuan merupakan pilar kehidupan manusia. Karena dengan terjalinnya persaudaraan dan persatuan, tatanan kehidupan akan aman dan damai.

“Menjaga ukhuwah merupakan karakter yang tidak hanya melekat pada umat Muslim, tapi semua agama juga sepakat untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” ujar dia.

Guru Besar Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar ini menambahkan, persaudaraan manusia juga menjadi isu yang terus disampaikan Kemenag melalui penguatan Moderasi Beragama. Dalam konsep Moderasi Beragama, perbedaan suku, agama, budaya, dan adat diikat dengan kesepakatan bersama dan komitmen kebangsaan.

"Konsep persaudaraan internal umat beragama, persaudaraan kebangsaan, dan persaudaraan umat manusia merupakan salah satu concern Kemenag melalui Moderasi Beragama. Perbedaan bukan ancaman, tetapi modal yang bisa kita manfaatkan agar sinergi semakin kuat," tuturnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement