Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bertemu Komunitas Pemuda Banten, Alam Ganjar Urun Rembug Soal Momen Bonus Demografi RI

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Jum'at, 02 Februari 2024 |00:51 WIB
 Bertemu Komunitas Pemuda Banten, Alam Ganjar Urun Rembug Soal Momen Bonus Demografi RI
Alam Ganjar (foto: dok ist)
A
A
A

BANTEN - Putra tunggal Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh, Muhammad Zinedine Alam Ganjar baru-baru ini melakukan urun rembug alias diskusi terkait dengan masa depan pembangunan bangsa, khususnya di Provinsi Banten.

Diskusi tersebut dilakukan bersama ratusan pemuda lainnya saat Alam menghadiri kegiatan Mimbar Demokrasi Komunitas Muda Bicara Pemilu di Taman Kopi, Kota Serang, Banten, Kamis (1/2/2024), malam.

Seperti diketahui, Indonesia saat ini memasuki era bonus demografi, di mana penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan dengan usia tidak produktif.

Karena itu, Alam lantas menilai bahwa saat ini kebutuhan akan infrastruktur digital menjadi sangat penting dan menjadi suatu hal yang esensial.

“Ada salah satu infrastruktur yang tak kalah pentingnya yaitu infrastruktur digital dan itu menjadi suatu hal yang esensial bagi saya,” ujar Alam Ganjar.

“Bagaimana penyediaan akses internet gratis secara merata yang tersebar hingga ke pelosok agar masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar," lanjutnya.

Menurut Alam, hal ini lantas menjadi catatan bagaimana memanfaatkan momentum tersebut. Salah satunya, dengan mempersiapkan secara optimal, terutama keterlibatan pemuda dalam mengeksekusi setiap program pembangunan yang dilakukan.

Urun rembug tersebut juga menemukan sejumlah persoalan yang menjadi catatan dari berbagai pihak. Salah satunya dalam mengatasi kemiskinan dan tingkat pengangguran yang tinggi di provinsi Banten.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Banten masih menjadi daerah yang paling banyak pengangguran dibandingkan wilayah lain di RI. BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di daerah ini sebanyak 486,35 ribu orang atau 7,97 persen.

Apalagi, dari jumlah tersebut, ada 190,83 juta jiwa (69,3%) penduduk Indonesia yang masuk kategori usia produktif (15-64 tahun). Terdapat pula 84,53 juta jiwa (30,7%) penduduk yang masuk kategori usia tidak produktif.

Hal tersebut mendorong perhatian dari Alam beserta Komunitas Pemuda Banten bahwa persoalan ini harus jadi perhatian dalam menyusun prioritas program pada periode kepemimpinan Indonesia di masa mendatang.

"Kita mendapatkan prespektif baru, dimana ada menyuarakan terkait dengan rendahnya angka lapangan pekerjaan dan tingginya tingkat kemiskinan yang ada di provinsi Banten dan ini sudah menjadi persoalan yang berlarut-larut," ungkapnya.

Maka, menurut Alam, menjadi aspek penting bagaimana lapangan pekerjaan harus terus disesuaikan, perlu ada belasan juta lapangan pekerjaan yang dibentuk agar supply demand bisa seimbang, saling ketemu satu sama lain.

"Oleh karena itu, pendidikan harus di reformasi dan dibentuk penyerapan vokasi yang lebih baik serta perlu adanya sistem model vokasi yang langsung match and making ke industri itu menjadi lompatan yang luar biasa," kata Alam.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement