Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Waspada! Jutaan Meter Kubik Kubah Barat Daya Gunung Merapi Picu Guguran Lava

Erfan Erlin , Jurnalis-Jum'at, 02 Februari 2024 |19:15 WIB
Waspada! Jutaan Meter Kubik Kubah Barat Daya Gunung Merapi Picu Guguran Lava
Gunung Merapi (Foto: BPPTKG)
A
A
A

DIY - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut data pemantauan menunjukkan suplai magma Gunung Merapi masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santosa menerangkan morfologi atau bentuk kubah barat daya teramati adanya perubahan akibat aktivitas awan panas guguran dan guguran lava. Sementara untuk morfologi kubah tengah relatif tetap.

Berdasarkan analisis foto udara tanggal 10 Januari 2024, volume kubah barat daya terukur sebesar 2.663.300 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.358.400 meter kubik.

 BACA JUGA:

"Kubah lava di barat daya ini memang posisinya tidak stabil, sehingga sering memicu guguran lava pijar dan awan panas guguran," terang dia.

Agus mengungkapkan minggu ini terjadi 10 kali awan panas guguran ke arah barat daya atau ke hulu Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimal 2.400 m. Guguran lava teramati sebanyak 143 kali ke arah selatan dan barat daya, meliputi 3 kali ke hulu Kali Boyong sejauh maksimal 1.000 m dan 140 kali ke hulu Kali Bebeng sejauh maksimal 1.700 m. Suara guguran terdengar 3 kali dari Pos Babadan dengan intensitas kecil.

 BACA JUGA:

Sementara aktivitas kegempaan dalam sepekan ini memang fluktuatif. Minggu ini kegempaan Gunung Merapi mencatat 10 kali gempa Awanpanas Guguran (APG), 4 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 108 kali gempa Fase Banyak (MP), 871 kali gempa Guguran (RF), dan 1 kali gempa Tektonik (TT).

"Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi,” ujar dia.

Sementara hujan dan lahar pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 71 mm/jam selama 80 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 30 Januari 2024. Teramati adanya aliran di Kali Senowo dan Apu pada tanggal 29 Januari 2024.

"Dilaporkan adanya penambahan aliran di Kali Boyong pada tanggal 30 Januari 2024, serta penambahan aliran di Kali Gendol pada tanggal 31 Januari dan 1 Februari 2024," kata dia

Agus menandaskan Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat “SIAGA". Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatanbarat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement