Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Fakta Debat Pamungkas Capres 2024, Tak Saling Serang!

Arief Setyadi , Jurnalis-Senin, 05 Februari 2024 |06:57 WIB
5 Fakta Debat Pamungkas Capres 2024, Tak Saling Serang!
Debat pamungkas Pilpres 2024 (Foto: MPI/Aldi Chandra)
A
A
A

 

JAKARTA - Debat Pilpres 2024 telah selesai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI tuntas menggelar debat kelima untuk masing masing kandidat.

Pada Minggu 5 Desember 2024 malam menjadi debat terakhir yang menghadirkan masing-masing Calon Presiden (Capres) untuk beradu gagasan. Kini, tinggal masyarakat menentukan pilihan pada 14 Februari 2024 mendatang.

Kandidat yang beradu gagasan, yakni Capres nomor urut 1 Anies Baswedan, Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto, dan Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo. Berikut sederet fakta menarik selama berjalannya debat:

1. Bansos

Persoalan bantuan sosial (Bansos) menjadi salah satu yang diulas dalam debat. Pembagiannya yang asal-asalan dan jumlahnya yang meningkat di tahun politik disinyalir dimanfaatkan oleh pihak tertentu.

Persoalan itu muncul saat Capres 2024 nomor urut 3 --yang diusung Partai Perindo-- Ganjar Pranowo bertanya pada Capres nomor urut 1, Anies Baswedan. Ganjar menanyakan pendapat Anies terkait penyaluran bansos yang masif akhir-akhir ini, bahkan yang menjadi problem diklaim seolah-olah bantuan pihak tertentu atau kelompok tertentu.

"Bansos adalah kewajiban negara dan kita punya problem karena banyak klaim seolah-olah ini bantuan orang perorangan atau kelompok tertentu. Bagaimana Pak Anies menanggapi ini agar bansos tidak saling klaim, bisa tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan," tanya Ganjar.

Anies menjawab bahwa menurutnya, bansos adalah bantuan untuk kepentingan si penerima, bukan untuk kepentingan si pemberi bantuan.

"Dan diberikan sesuai kebutuhan, sesuai waktu. Bukan dirapel semuanya. Selain itu, bansos harus diberikan dengan pendataan yang baik, mekanismenya melalui jalur birokrasi. Bukan dibagikan di pinggir jalan," tegas Anies.

Usai debat, Ganjar menegaskan bahwa persoalan bansos menjadi isu yang aktual di publik. Publik bertanya, kenapa ada klaim dari pihak tertentu terhadap pemberian bansos.

"Selain itu, anggarannya juga meningkat dan frekuensi pemberiannya jauh lebih banyak lagi di awal tahun ini. Maka tentu kami menanyakan agar publik tahu apa yang sebenarnya terjadi," ucapnya.

Anies juga sempat menyatakan, bahwa bansos saat dirinya menjadi Gubernur DKI Jakarta. Ia mengatakan bansos selalu dilabeli dengan kalimat bantuan dari pemerintah yang menggunakan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sehingga rakyat mengetahui bansos datang dari pajak rakyat yang diatur pemerintah. Bansos menurutnya merupakan bantuan bagi rakyat yang membutuhkan.

"Ketika kami bertugas di Jakarta, pemberian bansos kami beri label yang jelas bahwa bantuan ini didanai oleh APBD," ujar Anies di JCC.

Ganjar pun tersenyum mendengar jawaban Anies.

2. Anies Beri Dua Jempol ke Ganjar

Ada momen menarik ketika Capres Ganjar Pranowo memberikan pernyataan pembuka yang mencakup visi misi serta program kerja yang akan dicanangkan jika diberi amanah rakyat untuk memimpin Indonesia.

Jelang mengakhiri pemaparannya, terlihat dari seberang podium Ganjar, Capres Anies Baswedan memberikan tepuk tangan kepada Ganjar.

Bahkan, setelah memberikan tepuk tangan, Anies juga turut memberikan dua jempolnya terhadap Ganjar yang tengah menyelesaikan pemaparan visi misi program kerjanya.

3. Prabowo Minta Maaf

Capres Prabowo Subianto meminta maaf kepada Capres nomor urut 01 dan 03, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan dalam Debat final Pilpres 2024 di JCC.

"Saya atas nama Prabowo-Gibran dan KIM (Koalisi Indonesia Maju) minta maaf kepada Pak Anies dan Pak Ganjar seandainya ada kata-kata yang kurang berkenan kami juga mohon maaf ke KPU kalau ada kata yang kurang pas," kata Prabowo di atas panggung debat.

Prabowo melanjutkan, sebagai rakyat Indonesia harus rukun terhadap sesama. Terutama, kerukunan antara para pemimpin-pemimpin Indonesia.

"Saya tetap mengganggap pakk anies dan pak Ganjar saudara saya," kata Prabowo.

4. Ganjar Kutip Jokowi Jangan Pilih Pemimpin Pelanggar HAM

Capres Ganjar Pranowo menyinggung pesan Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu ikut kontestasi Pilpres tahun 2019 untuk tidak memilih pemimpin yang diktator dan pelanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

“Lima tahun yang lalu dalam debat Capres 2019 saya tim kampanye Joko Widodo, beliau menyampaikan dan kita diingatkan untuk tidak memilih calon yang punya potongan diktator dan otoriter. Dan yang punya rekam jejak pelanggar HAM, yang punya rekam jejak untuk melakukan kekerasan, yang punya rekam jejak masalah korupsi,” kata Ganjar saat menutup Debat Kelima Pilpres 2024.

Ganjar pun setuju dengan pesan Jokowi yang akhirnya terpilih menjadi Presiden di tahun 2019 saat itu. “Saya sangat setuju apa yang beliau sampaikan agar kriteria ini menjadi pegangan kita semua dalam memilih pemimpin,” ujar Ganjar.

5. Tidak Saling Serang

Pada debat pamungkas ini, para Capres ternyata tak saling serang. Debat berjalan tertib, bahkan masing-masing pasangan fokus beradu gagasannya.

Hal itu juga diakui Capres Ganjar Pranowo. Menurutnya tema yang diangkat menjadi alasan hal tersebut tidak terjadi.

"Materinya, karena materinya soal seperti ini, ya terjadi seperti ini," kata Ganjar usai debat di JCC.

Dia juga mengaku tidak ada perjanjian antara para Capres untuk tidak saling menyerang dalam debat tersebut. Sebab menurut Ganjar, ketiga peserta Pilpres tulus untuk tidak melakukan tindakan saling serang menyerang.

"Oh enggak dong kita tuh tulus," sambungnya.

Debat kelima mengangkat tema seputar Kesejahteraan Sosial, Pembangunan SDM dan Inklusi. Sedangkan, sub tema dari debat pamungkas ini, yakni pendidikan, Kesehatan, ketenagakerjaan, Kebudayaan, teknologi informa, kesejahteraan sosial dan inklusi.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement